Penuh Syukur, Tasyakuran Arak-Arakan Pegon di Watu Ulo Jadi Wujud Pelestarian Budaya Jember
- 30 Maret 2026
- Dibaca 194 Kali
Bagikan Via:
Penuh Syukur, Tasyakuran Arak-Arakan Pegon di Watu Ulo Jadi Wujud Pelestarian Budaya Jember
JEMBER, 30 MARET 2026 - Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember bersama Ketua Panitia menggelar tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur usai rangkaian arak-arakan Pegon yang berakhir di kawasan Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 tersebut menjadi penutup sekaligus penguat nilai kebersamaan sebelum digelarnya pertunjukan seni budaya Reog.
Tasyakuran ini dihadiri oleh sejumlah unsur pimpinan wilayah, di antaranya Camat Ambulu, Kapolsek Ambulu, Kepala Desa Sumberejo, perwakilan Danramil, serta Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya lokal yang telah menjadi tradisi turun-temurun di tengah masyarakat.
Acara dimulai dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran kegiatan arak-arakan Pegon sejak pagi hari hingga mencapai garis akhir di Pantai Watu Ulo. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa saat seluruh peserta dan tamu undangan larut dalam doa, berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung setiap tahunnya tanpa hambatan.
Ketua Panitia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik dari unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan. Ia menegaskan bahwa arak-arakan Pegon bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari identitas budaya yang harus dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan.
“Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Harapan kami, tradisi ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya pelestarian budaya daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Kabupaten Jember, Agung Nugroho, S.Sos., turut memberikan pernyataan yang menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya lokal.
“Momentum tasyakuran ini bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur, tetapi juga pengingat bagi kita semua bahwa budaya adalah jati diri daerah. Melalui kegiatan seperti ini, kita memperkuat komitmen bersama untuk melestarikan dan mengenalkan budaya kepada generasi muda,” ungkapnya.
Setelah rangkaian tasyakuran selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan seni Reog yang memukau para pengunjung. Atraksi tersebut menjadi simbol kekayaan budaya Nusantara yang sarat makna dan nilai historis.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Disporabudpar Kabupaten Jember berharap semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadikan Jember sebagai salah satu daerah yang konsisten menjaga dan mengembangkan warisan budayanya. (af)