logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Lahan Menyusut, Tegalgede Perkuat Konsolidasi Petani Semangka dengan Penggabungan Jumlah PPL

  • 07 Mei 2026
  • Dibaca 116 Kali
Bagikan Via:
lahan-menyusut-tegalgede-perkuat-konsolidasi-petani-semangka-dengan-penggabungan-jumlah-ppl-20260507

Lahan Menyusut, Tegalgede Perkuat Konsolidasi Petani Semangka dengan Penggabungan Jumlah PPL

JEMBER, 07 MEI 2026 – Di tengah laju pembangunan permukiman yang terus menggerus lahan pertanian, Pemerintah Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, memilih memperkuat konsolidasi petani agar sektor pertanian tetap bertahan dan produktif. Langkah itu ditandai dengan koordinasi antara Lurah Tegalgede Shierley Aisyah dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Tegalgede, Yatmi Oktavia, Kamis, 07 Mei 2026.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja lurah tersebut membahas penggabungan kelompok tani di wilayah Tegalgede. Semula terdapat tiga kelompok tani, namun kini disederhanakan menjadi dua kelompok menyusul berkurangnya luas lahan pertanian dan jumlah petani aktif di kawasan tersebut.

Penggabungan kelompok tani dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga efektivitas pendampingan pertanian sekaligus memperkuat koordinasi antarpetani. Di sisi lain, perubahan tata ruang kawasan perkotaan membuat lahan produktif di Tegalgede terus menyusut akibat alih fungsi menjadi perumahan dan kawasan permukiman warga.

PPL Tegalgede Yatmi Oktavia menjelaskan, saat ini luas lahan pertanian yang tersisa di Tegalgede hanya sekitar 32 hektare. Meski demikian, aktivitas pertanian masih berjalan dan tetap menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat. Mayoritas petani kini memilih budidaya semangka karena memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan dan permintaan pasar yang stabil.

“Hasil panen semangka dari Tegalgede tidak hanya dipasarkan di wilayah Jember, tetapi juga dikirim ke luar daerah. Bahkan pekan depan salah satu kelompok tani dijadwalkan memasuki masa panen,” ujar Yatmi dalam koordinasi tersebut.

Lurah Tegalgede Shierley Aisyah menilai sektor pertanian masih memiliki peran penting meski wilayahnya berkembang menjadi kawasan perkotaan. Menurut dia, keberadaan petani perlu terus diperkuat melalui komunikasi aktif antara pemerintah kelurahan dan petugas pertanian di lapangan.

“Kami ingin para petani tetap semangat dan tidak merasa berjalan sendiri di tengah perubahan wilayah yang semakin berkembang. Penggabungan kelompok tani ini bukan berarti memperkecil peran petani, tetapi justru memperkuat koordinasi agar pertanian di Tegalgede tetap produktif,” kata Shierley.

Ia menambahkan, pemerintah kelurahan akan terus mendukung upaya pemberdayaan petani, termasuk menjaga keberlangsungan komoditas unggulan seperti semangka yang selama ini menjadi andalan masyarakat Tegalgede.

Menurut Shierley, keberhasilan pertanian semangka di tengah keterbatasan lahan menjadi bukti bahwa sektor pertanian perkotaan masih memiliki peluang berkembang apabila dikelola secara adaptif dan terorganisasi. Karena itu, sinergi antara pemerintah kelurahan, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dinilai menjadi kunci menjaga keberlangsungan ekonomi warga berbasis pertanian. (sar)

Galeri Foto