logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Cuaca Ekstrem Landa Jember, Sinergi Lintas Sektor Percepat Penanganan dan Distribusi Logistik Pascabencana

  • 18 Desember 2025
  • Dibaca 298 Kali
Bagikan Via:
cuaca-ekstrem-landa-jember-sinergi-lintas-sektor-percepat-penanganan-dan-distribusi-logistik-pascabencana-20251218

Cuaca Ekstrem Landa Jember, Sinergi Lintas Sektor Percepat Penanganan dan Distribusi Logistik Pascabencana

Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Jember kembali menimbulkan dampak serius bagi masyarakat, sehingga mendorong dilaksanakannya penanganan dan distribusi logistik secara terpadu oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 15 Desember 2025, ketika hujan ringan hingga lebat disertai angin kencang mengguyur Jember sejak pukul 11.00 WIB. Akibat intensitas hujan yang tinggi, sejumlah sungai besar seperti Sungai Kalijompo, Rembangan, Mayang, Gila, Bedadung, dan Dinoyo meluap ke permukiman warga. Kondisi tersebut menyebabkan banjir dengan ketinggian air sekitar 40 hingga 150 sentimeter serta memicu kejadian tanah longsor dan pohon tumbang di beberapa lokasi.

Bencana cuaca ekstrem ini terjadi di 14 kecamatan dengan sebaran dampak di 29 desa dan kelurahan yang berada di wilayah Kabupaten Jember. Berdasarkan rekapitulasi data sementara, tercatat sebanyak 1.428 kepala keluarga terdampak, termasuk di dalamnya 94 lansia, 42 balita, 3 ibu hamil, serta 30 santri. Selain itu, bencana ini mengakibatkan kerusakan bangunan dengan rincian 2 rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan, serta kerusakan fasilitas umum. Bahkan, satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian ini, sehingga penanganan dilakukan dengan tingkat kewaspadaan dan urgensi yang tinggi.

Peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem sebenarnya telah dikeluarkan melalui press release kewaspadaan cuaca wilayah Jawa Timur untuk periode 11 hingga 20 Desember 2025. Dalam peringatan tersebut, masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es. Namun demikian, tingginya curah hujan yang terjadi tetap menyebabkan luapan sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung yang merendam rumah warga dengan air berwarna coklat berlumpur. Kondisi ini turut merusak bangunan, akses jalan, serta jembatan penghubung antarwilayah.

Sebagai respons cepat, BPBD Kabupaten Jember pada Kamis, 18 Desember 2025, melaksanakan berbagai kegiatan penanganan darurat dan distribusi logistik pascabencana. BPBD melakukan pemantauan kondisi terkini di wilayah terdampak, menyalurkan alat kebersihan untuk kerja bakti pembersihan lumpur, serta mendistribusikan logistik ke sejumlah titik seperti Perumahan Villa Tegal Besar, Kelurahan Mangli, Jember Lor, Kepatihan, dan Kalisat. Selain itu, BPBD juga mendampingi kegiatan PMI dalam pembersihan sumur warga di Nogosari, mendistribusikan tandon air bersih, mesin alcon, serta mengerahkan Tim Jitupasna untuk melakukan inventarisasi kerusakan bangunan.

Upaya penanganan bencana ini melibatkan sinergi lintas sektor yang solid antara BPBD, Dinas Sosial, TNI-Polri, perangkat daerah, dan relawan. Dinas Sosial menyalurkan logistik untuk dapur mandiri dan dapur umum di beberapa wilayah terdampak, sementara TNI dan Polri fokus pada kegiatan kerja bakti dan pengamanan. Dinas PU BMSDA melakukan normalisasi sungai di Kaliwining dan Patrang, Satpol PP melalui unit Damkar membersihkan akses jalan, dan Dinas Kesehatan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan gratis bagi warga terdampak. PDAM juga berperan aktif dalam distribusi air bersih serta perbaikan saluran pipa yang rusak.

Selain unsur pemerintah, peran relawan turut memperkuat proses pemulihan pascabencana. Berbagai komunitas relawan seperti Rumah Zakat, Ben Sriomben, Siluman Rescue, Baret, hingga Rock and Roll Brandal Alas terjun langsung membantu pembersihan lumpur di rumah warga dan akses jalan, khususnya di wilayah Kepatihan. Para relawan juga berkontribusi dalam pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak. Sinergi ini menunjukkan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.

Sebagai langkah lanjutan, sejumlah rekomendasi disampaikan guna meminimalkan dampak bencana susulan dan mempercepat pemulihan. Rekomendasi tersebut meliputi kerja bakti lanjutan di wilayah terdampak, peningkatan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, peninjauan bangunan di atas saluran irigasi dan sungai, perbaikan jembatan serta plengsengan, rehabilitasi rumah warga, hingga distribusi air bersih dan pembersihan sumur di Nogosari Rambipuji. Dengan langkah terpadu ini, diharapkan penanganan bencana cuaca ekstrem di Kabupaten Jember dapat berjalan optimal dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Galeri Foto