logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Dampingi Ning Ghyta, Camat Sumbersari Sebut Home Care sebagai Bentuk Kepedulian kepada Wong Cilik di Jember

  • 11 Oktober 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
dampingi-ning-ghyta-camat-sumbersari-sebut-home-care-sebagai-bentuk-kepedulian-kepada-wong-cilik-di-jember-20261011

Dampingi Ning Ghyta, Camat Sumbersari Sebut Home Care sebagai Bentuk Kepedulian kepada Wong Cilik di Jember

JEMBER, 11 OKTOBER 2026 – Program Home Care tidak hanya menjadi layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok rentan, khususnya wong cilik yang memerlukan perhatian dan penanganan lebih lanjut di Kabupaten Jember.

Hal itu disampaikan Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, S.IP., M.M., saat mendampingi kunjungan Home Care Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., di wilayah Kecamatan Sumbersari, ke salah satu sasaran yang merupakan penyandang disabilitas bernama Lutfiah (24), Sabtu 10 Oktober 2026.

Menurut Camat Deni, kehadiran pemerintah dalam kegiatan Home Care tidak semata-mata untuk melakukan kunjungan, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut konkret terhadap kebutuhan warga setelah pemeriksaan dilakukan.

“Home Care bukan saja program kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut konkret dalam penanganan kesehatannya. Namun, ini juga bagian dari bentuk humanisme kebirokrasian yang dilaksanakan oleh segenap aparatur terkait di wilayah,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kecamatan Sumbersari turut berkomitmen mendampingi masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk menindaklanjuti persyaratan administratif maupun kebutuhan pendukung lainnya setelah kunjungan Home Care.

Lebih lanjut, pemerintah kecamatan siap berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan warga dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing.

“Seperti hari ini, kunjungan Home Care yang dilakukan Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Jember bersama jajarannya, kami selaku Pemerintah Kecamatan Sumbersari ikut serta membersamai dan siap menindaklanjuti perihal syarat pendukung lainnya bagi warga yang membutuhkan pasca kunjungan Home Care,” ungkapnya.

Ia berharap, sinergi lintas sektor dalam program Home Care dapat memastikan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan tindak lanjut sesuai kebutuhannya.

Sementara, Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., mengaku prihatin saat mengunjungi Lutfiah, seorang penyandang disabilitas mental autisme yang menjadi sasaran program Home Care di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti kondisi Lutfiah yang dinilai membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih dari keluarga.

“Saya tidak punya ekspektasi sebelumnya. Ternyata, masyaallah, kondisi disabilitasnya sampai seperti itu,” ujar Ning Ghita, saat mengunjungi sasaran Home Care.

Menurutnya, kondisi Lutfiah membutuhkan kepedulian bersama, terutama karena ayah kandungnya masih ada, namun keberadaannya belum diketahui secara pasti. Situasi tersebut membuat pendampingan terhadap Lutfiah menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Ayahnya masih ada, tetapi tidak tahu di mana,” prihatinnya.

Ning Ghyta berharap pemerintah setempat dapat memfasilitasi penanganan Lutfiah, termasuk mencari solusi agar kebutuhan perawatan dan pendampingannya bisa terpenuhi.

Ia juga memberikan semangat kepada anggota keluarga Lutfiah yang masih bersekolah agar tetap melanjutkan pendidikan. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu jalan untuk membuka kesempatan yang lebih baik di masa depan.

“Mudah-mudahan nanti Pak Camat bisa memfasilitasi. Adiknya tadi semangat untuk sekolah,” katanya. (fat)

Galeri Foto