logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Dekatkan Birokrasi dengan Masyarakat, ASN Kelurahan Wirolegi Sebut Agenda Verval Data Warga Miskin Sangat Diperlukan

  • 23 April 2026
  • Dibaca 127 Kali
Bagikan Via:
dekatkan-birokrasi-dengan-masyarakat-asn-kelurahan-wirolegi-sebut-agenda-verval-data-warga-miskin-sangat-diperlukan-20260423

Dekatkan Birokrasi dengan Masyarakat, ASN Kelurahan Wirolegi Sebut Agenda Verval Data Warga Miskin Sangat Diperlukan

JEMBER, 23 APRIL 2026 - Ahmad Hafidz, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, sebut program Verifikasi dan Validasi (Verval) data kemiskinan sangat diperlukan, sebab mendekatkan birokrasi dengan rakyatnya.

Hal itu ia rasakan langsung seusai turun ke bawah untuk melakukan Verval data kemiskinan di Kecamatan Sumberjambe, beberapa hari sebelumnya.

“Kalau menurut saya pribadi memang perlu. Jadi perlu memang kita turun untuk memastikan data di lapangan, sebelum bansos itu turun. Agar tepat sasaran dan diberikan kepada yang lebih membutuhkan,” ujar pria 56 tahun itu, Kamis 23 April 2026.

Baginya, bertemu langsung dengan warga yang masuk kategori Desil 1 diperlukan, untuk memastikan bahwa data yang ada benar-benar akurat. “Jadi kita itu harus temu muka dengan warga, meskipun jaraknya jauh,” ungkapnya.

Namun, saat di lapangan, ia merasa banyak hikmah yang dapat diambil saat bertemu langsung dengan masyarakat. Salah satunya, yakni masyarakat desa begitu ramah saat ditemui. Lantaran hal itu, seketika rasa lelah akibat perjalanan jauh langsung mereda.

“Hikmah yang bisa kita ambil, adalah kita banyak menerima saudara. Dari sana, tanggapannya masyarakat pinggiran itu bukan main, sangat ramah,” ungkapnya.

Hanya saja, ia berharap agar pemetaan lokasi atau medan pendataan setiap ASN pada program ini, diatur sesuai kemampuan dari masing-masing pegawai.

“Jadi, setiap ASN itu diberi rute yang wajar. Begitupun perempuan, medannya yang mudah. Semisal ASN di Desa Pringgodani, Kecamatan Sumberjambe perbatasan dengan Bondowoso. Kalau seorang guru perempuan kesana, itu kayaknya perlu ditinjau ulang,” kata Hafidz.

Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa kegiatan Verval data Kemiskinan tersebut, merupakan strategi Pemkab Jember untuk menciptakan satu data kemiskinan.

Harapannya, agar kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember dapat segera terentaskan di tahun 2029, selayaknya keinginan Pemerintah Pusat. Sehingga, ia meminta agar ASN benar-benar memotret langsung kondisi warga miskin ekstrim di lapangan.

“Jika datanya akurat, maka kebijakan yang akan diterapkan pun akan lebih efektif dan langsung menyentuh akar persoalan,” ungkapnya. (fat)

Galeri Foto