logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Dinas Kesehatan Perketat Supervisi Lapangan, Pastikan Kualitas Pelaksanaan ORI Campak

  • 31 Maret 2026
  • Dibaca 218 Kali
Bagikan Via:
dinas-kesehatan-perketat-supervisi-lapangan-pastikan-kualitas-pelaksanaan-ori-campak-20260401

Dinas Kesehatan Perketat Supervisi Lapangan, Pastikan Kualitas Pelaksanaan ORI Campak

JEMBER, 31 MARET 2026 - Upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terus diperkuat melalui pengawasan ketat di lapangan. Dinas Kesehatan melakukan supervisi langsung ke sejumlah pos pelayanan imunisasi dalam rangka memastikan kualitas pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak berjalan sesuai standar.

Kegiatan supervisi ini difokuskan pada pengawasan kualitas layanan serta validitas data pelaporan yang mengacu pada format standar Kementerian Kesehatan. Tim supervisi turun langsung memantau pelaksanaan imunisasi guna memastikan setiap tahapan dilakukan secara tepat dan aman.

Dalam pelaksanaannya, aspek teknis medis menjadi perhatian utama, khususnya ketepatan prosedur penyuntikan vaksin. Petugas vaksinator dipastikan memberikan dosis sesuai ketentuan, yakni 0,5 ml melalui suntikan subkutan pada lengan kiri atas. Sebelum penyuntikan, setiap anak juga wajib melalui proses skrining kesehatan guna memastikan kondisi tubuh dalam keadaan layak menerima imunisasi.

Selain itu, pengelolaan limbah medis turut menjadi fokus pengawasan. Tim memastikan penggunaan safety box untuk pembuangan jarum bekas serta kantong plastik kuning untuk limbah infeksius telah dilakukan sesuai prosedur. Hal ini penting untuk mencegah risiko kecelakaan kerja sekaligus menghindari potensi penularan penyakit di lingkungan sekitar.

Dari sisi administrasi, validitas data diperkuat melalui audit pencatatan pada Form C1. Setiap anak yang telah menerima imunisasi harus tercatat secara akurat sebagai dasar pengukuran capaian dan evaluasi program. Data yang valid menjadi kunci dalam menentukan keberhasilan upaya penghentian transmisi virus campak di suatu wilayah.

Tak hanya itu, aspek komunikasi juga menjadi perhatian dalam supervisi ini. Petugas kesehatan dipantau dalam memberikan edukasi kepada orang tua terkait kemungkinan efek samping ringan pasca imunisasi, seperti demam, serta langkah penanganan awal yang dapat dilakukan di rumah.

“Supervisi ini bukan sekadar pemeriksaan administratif, melainkan upaya memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan yang berkualitas dan aman,” ujar Syahroni Bahtiar, salah satu koordinator tim surveilans di lokasi kegiatan, Selasa 31 Maret 2026.

Dalam rangkaian supervisi tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) juga melakukan kunjungan strategis ke berbagai mitra potensial, seperti tokoh agama, pengurus PKK, hingga kader kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat dukungan masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan ORI Campak di lapangan.

Pelaksanaan ORI Campak sendiri menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Program ini menjadi langkah respons cepat pemerintah dalam membangun kekebalan kelompok secara luas guna menekan penyebaran virus campak secara signifikan. (fam)

Galeri Foto