Dinas PUPR Tangani Tangkis Kali Dinoyo di Rambipuji, Camat: Solusi Kembalikan Alur Sungai ke Jalur Awal
- 15 Maret 2026
- Dibaca 177 Kali
Bagikan Via:
Dinas PUPR Tangani Tangkis Kali Dinoyo di Rambipuji, Camat: Solusi Kembalikan Alur Sungai ke Jalur Awal
JEMBER, 15 MARET 2026 - Upaya penanganan tangkis di aliran Kali Dinoyo yang berada di wilayah Kecamatan Rambipuji terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Hal tersebut disampaikan Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, AP, saat memberikan keterangan terkait kondisi aliran sungai yang melintasi dua desa, yakni Desa Gugut dan Desa Rambigundam.
Dalam keterangannya, Roni menjelaskan bahwa permasalahan yang terjadi di aliran Kali Dinoyo disebabkan oleh proses migrasi sungai. Kondisi ini membuat aliran sungai keluar dari jalur semula akibat faktor sedimentasi yang terjadi dalam waktu yang cukup lama.
“Di aliran sungai tersebut terjadi proses migrasi sungai, artinya sungai keluar dari jalur awalnya. Hal ini dipengaruhi oleh sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sehingga membutuhkan normalisasi sungai,” jelasnya.
Ia menambahkan, seiring berjalannya waktu aliran sungai menjadi semakin melebar dan memicu terjadinya erosi di sepanjang bantaran. Kondisi tersebut menyebabkan jalur aliran sungai bergeser dari jalur aslinya.
Akibat sedimentasi dan pendangkalan sungai tersebut, wilayah Desa Gugut, khususnya di RW 11, kerap terdampak banjir ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Ketinggian genangan air bahkan dapat mencapai sekitar 50 hingga 70 sentimeter.
“Ketika kejadian tersebut terjadi dan kami menerima laporan dari warga, kami langsung berkoordinasi dengan rekan-rekan dari SDA Kabupaten. Namun karena ini merupakan kewenangan provinsi, maka koordinasi juga dilakukan dengan pihak provinsi,” tambahnya.
Roni mengakui bahwa penanganan di lapangan cukup kompleks. Dengan kedalaman sungai yang mencapai sekitar empat meter, langkah penanganan sementara seperti pemasangan sak atau bronjong dinilai tidak akan efektif.
“Kami memang serba salah dalam penanganannya. Dengan kedalaman sungai mencapai empat meter, tentu tidak memungkinkan hanya diantisipasi menggunakan sak maupun bronjong,” ujarnya.
Menurutnya, solusi paling tepat adalah dengan mengembalikan alur sungai ke jalur semula. Dengan demikian, debit air yang selama ini memicu erosi di bantaran sungai dapat berkurang.
Setelah aliran sungai kembali ke jalur awal, rencananya akan dilakukan penguatan bantaran menggunakan bronjong dan batu-batu untuk mencegah erosi kembali terjadi serta melindungi rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi bencana, khususnya untuk mengantisipasi potensi erosi yang dapat mengancam permukiman warga di sepanjang bantaran Kali Dinoyo.
“Kami dari Kecamatan Rambipuji tentunya mengapresiasi respon cepat dari Dinas PUPR, khususnya Bidang SDA Kabupaten yang telah berkoordinasi dengan SDA Provinsi. Kami berterima kasih atas dukungan dan kerja sama selama ini sehingga permasalahan ini dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan bahaya yang lebih luas di masa mendatang,” pungkasnya. (and)