Dinas TPHP Jember Laksanakan Gerakan Pengendalian Wereng di Desa Langkap Bangsalsari
- 16 April 2026
- Dibaca 148 Kali
Bagikan Via:
Dinas TPHP Jember Laksanakan Gerakan Pengendalian Wereng di Desa Langkap Bangsalsari
JEMBER, 16 APRIL 2026 - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember melalui tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bergerak cepat melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama Wereng Batang Cokelat (WBC). Langkah ini dilakukan menyusul adanya temuan peningkatan populasi hama pada lahan padi di Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, pada Senin, 13 April 2026.
Kegiatan pengendalian ini dipusatkan pada lahan milik Kelompok Tani Sumber Gebang I yang menanam varietas padi Inpari 49. Berdasarkan pengamatan teknis di lapangan, tanaman padi yang saat ini memasuki umur 36 hari tersebut mulai dihinggapi wereng dengan populasi rata-rata 7 ekor per rumpun.
Meski intensitas serangan saat ini tercatat di angka 10,00 persen dengan luas serangan efektif 0,3 hektare, petugas menilai tindakan preventif harus segera diambil karena terdapat total 15 hektare lahan yang terancam terdampak jika tidak segera ditangani.
Dalam pelaksanaan di lapangan, tim POPT menggunakan insektisida BPMC (Bassa) sebagai langkah pengendalian kimiawi yang terukur. Luas lahan yang mendapatkan penanganan langsung dalam gerakan kali ini mencapai 4 hektare. Intervensi ini dianggap krusial mengingat populasi musuh alami, khususnya laba-laba, terpantau hanya 0,5 ekor per rumpun, sehingga kemampuan alamiah ekosistem dalam menekan populasi wereng dinilai belum mencukupi.
Koordinator POPT, Tri K. Pamungkas, dalam laporan resminya menyatakan bahwa pengawasan ketat terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan prioritas utama untuk menjaga stabilitas produksi pangan di wilayah Jember. Menurutnya, sinergi antara petugas lapangan dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan dalam menghalau serangan hama yang bersifat masif.
Dalam laporannya, Tri K. Pamungkas menegaskan komitmen tim di lapangan untuk terus mendampingi petani. "Laporan Gerakan Pengendalian OPT Tanaman Pangan dan Hortikultura ini merupakan bagian dari upaya intensif kami dalam mengawal produksi padi, khususnya di wilayah Bangsalsari, agar tetap stabil dan terhindar dari ancaman kerugian akibat serangan wereng," ujarnya, dikutip Kamis, 16 April 2026.
Sebagai langkah keberlanjutan, laporan ini juga telah ditembuskan kepada Kepala DTPHP Kabupaten Jember serta petugas POPT di wilayah sekitar, yakni Kecamatan Sukorambi dan Panti. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif terhadap potensi migrasi hama antarwilayah kecamatan. Hingga saat ini, tim POPT masih terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan populasi wereng tidak kembali meningkat pasca-pengendalian. (fan)