Diskominfo Jember Dilirik Jadi Rujukan, Pemkab Nunukan Pelajari PPID & Pembentukan KIM
- 04 Juli 2025
- Dibaca 436 Kali
Bagikan Via:
Diskominfo Jember Dilirik Jadi Rujukan, Pemkab Nunukan Pelajari PPID & Pembentukan KIM
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember menerima kunjungan kerja dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Nunukan (Diskominfotik Nunukan) pada Senin (30/6/2025). Kunjungan 2 hari ke Jember bertujuan untuk melakukan studi banding terkait penyelanggaraan Layanan Keterbukaan Informasi Publik dan Pembentukan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM).
Rombongan yang terdiri atas Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfotik Nunukan, Mursan Sakka, S.IP, M.AP, dan Pranata Humas Ahli Muda, Asa Zumara, S.S., M.I.Kom, diterima langsung oleh Sekretaris Diskominfo Jember, Bapak Adi Kusnandar Z.A.H, bersama Kepala Bidang Aspirasi dan Layanan Informasi Publik, Rachmat Agung Purnama, serta sejumlah staf. Mewakili Pemkab Nunukan, Diskominfotik Kab Nunukan ingin menggali informasi terkait layanan informasi publik yang sudah dilakukan oleh Pemkab Jember dan mengetahui praktik dalam pembentukan KIM sebagai langkah awal untuk mendirikan 5 KIM di wilayah Kabupaten Nunukan.
Mewakili Kepala Diskominfo Kab. Jember, Adi Kusnandar menyambut baik kunjungan tersebut dan mempersilakan bidang terkait untuk memaparkan teknis pelaksanaan program-program tersebut.
Agung, Kepala Bidang Aspirasi dan Layanan Informasi Publik Diskominfo Jember, menjelaskan bahwa implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, memerlukan beberapa tahapan seperti penguatan regulasi yaitu Peraturan Daerah, Peraturan Bupati dan kolaborasi dengan stakeholder terkait seperti Seluruh Perangkat Daerah (OPD, BUMD, Kecamatan, Kelurahan), dan Pemerintah Desa. Semua dilaksanakan dengan selektif, tetapi tetap disesuaikan dengan kondisi sumber daya manusia yang tersedia. Pemkab Jember memiliki 4 Kanal pengelolaan layanan informasi publik yaitu SP4N Lapor, Portal PPID Kabupaten, Portal PPID Desa dan Wadul Gus'e.
Menurut Agung, yang menarik perhatian banyak pihak adalah Kanal "Wadul Gus'e", karena inisiator kanal ini langsung dari Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait. Bupati Jember kerap diundang untuk memaparkan implementasi sistem pengaduan yang dinilai cepat dan efisien. Harapan kami dengan 4 Kanal yang dimiliki Pemkab Jember semakin memudahkan masyarakat jember terkait kebutuhan layanan informasi publik.
Terkait pembinaan KIM, Agung menjelaskan bahwa Diskominfo Jember telah membina sekitar 88 KIM, meskipun hanya beberapa yang aktif, seperti KIM Tirto Gumitir yang telah berhasil meraih Juara 1 dalam Festival KIM Nasional Tahun 2024 yang digelar di Anjungan City of Makassar, Pantai Losari, Makassar, dalam kategori KIM Paling Transformatif.
"Pembentukan KIM memerlukan beberapa tahapan, termasuk regulasi Peraturan Bupati dan kolaborasi dengan stakeholder terkait seperti DPMD, kecamatan, kelurahan, dan desa. Diskominfo mendorong pembentukan dan pelatihan anggota KIM, seperti pelatihan menulis dan penggunaan media sosial. Kami juga membantu publikasi dan promosi melalui website, e-flyer, dan spanduk," terang Agung.
Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan program publikasi informasi publik adalah komitmen kuat dari Bupati, Kepala OPD, Kepala Desa dan seluruh jajarannya.
Sebagai bentuk studi langsung, Diskominfo Jember mengajak rombongan mengunjungi KIM Tirto Gumitir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Kunjungan diawali dengan pertemuan di Kantor Desa Sidomulyo bersama pengurus KIM, perangkat desa, dan pengelola PPID Desa. Dalam forum diskusi tersebut dibahas berbagai hal, mulai dari proses pembentukan KIM, pengelolaan informasi publik, pengembangan galeri gumitir, hingga pemberdayaan ekonomi melalui pembentukan Kafe Gapuro.
Tak berhenti disitu, kegiatan langsung dilanjutkan dengan kunjungan ke Kafe Gapuro yang menjadi salah satu inovasi desa berbasis komunitas. Rombongan juga berkesempatan bertemu langsung dengan Kepala Desa Sidomulyo untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai peran desa dalam mendukung aktivitas KIM. Tidak hanya itu, tamu dari Nunukan juga langsung diajak berkunjung ke Sentra Kopi Ketakasih, salah satu UMKM lokal di Desa Sidomulyo, untuk mengenal potensi ekonomi dan membeli produk khas berupa kopi sebagai buah tangan.
Perjalanan setelah itu dilanjutkan ke Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari. Di sini, rombongan disambut oleh Ketua KIM Reng Tegal Gede dan Lurah setempat. Diskusi kembali dilakukan untuk bertukar pengalaman seputar pengelolaan informasi, pelibatan pemuda dalam kegiatan KIM, serta strategi komunikasi yang dilakukan di tingkat kelurahan.
Sebagai penutup, dua perwakilan dari Diskominfotik Nunukan, yakni Mursan Sakka dan Asa Zumara, turut berpartisipasi dalam podcast yang digagas oleh KIM Tegal Gede sebagai bagian dari dokumentasi dan publikasi kegiatan mereka.
Ilham salah satu Tim Diskominfo yang mendampingi seluruh kegiatan ini, menyampaikan, bahwa langkah awal membentuk 5 KIM di Kabupaten Nunukan adalah target yang cukup strategis. "Kalau 5 KIM itu bisa terbentuk dan berjalan dengan baik, saya yakin ke depan bisa jadi percontohan di Tingkat Provinsi Kalimantan Utara," ujarnya saat diskusi di Desa Sidomulyo.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama antar daerah dalam penguatan peran KIM sebagai mitra strategis pemerintah dalam diseminasi informasi dan pemberdayaan masyarakat.