Diskopumdag Jember Intensifkan Pemantauan Beras di Pasar Tanjung
- 15 April 2026
- Dibaca 201 Kali
Bagikan Via:
Diskopumdag Jember Intensifkan Pemantauan Beras di Pasar Tanjung
JEMBER, 15 APRIL 2026 - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember bersama Perum Bulog, Satuan Tugas (Satgas) Pangan, dan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Jember melaksanakan pemantauan harga bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Tanjung, Rabu 15 April 2026.
Pemantauan tersebut difokuskan pada komoditas utama, khususnya beras medium sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi daerah. Kegiatan ini merupakan langkah preventif pemerintah Kabupaten Jember dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan stok di tingkat pasar.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga beras medium terpantau relatif stabil. Saat ini, harga beras medium berada di kisaran Rp14.300 per kilogram. Meskipun demikian, terdapat sedikit kenaikan harga yang dipengaruhi oleh meningkatnya biaya kemasan, khususnya harga plastik.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok Penting (Bapokting) Diskopumdag Kabupaten Jember, Lilik Makhfiyah, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa kondisi harga beras medium masih terkendali.
“Harga beras medium saat ini relatif stabil dan masih terkendali. Kenaikan yang terjadi lebih dipengaruhi oleh faktor biaya kemasan," ujarnya.
Selain beras, pemantauan juga mencakup komoditas lain seperti minyak goreng dan cabai. Harga minyak goreng terpantau stabil, sedangkan harga cabai rawit merah masih relatif tinggi, yakni mencapai Rp70.000 per kilogram. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor pasokan yang terbatas serta tingginya permintaan di pasaran.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Diskopumdag menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas harga bapokting, khususnya beras medium.
“Langkah ini juga dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat,” jelas Lilik Makhfiyah.
Koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok bahan pokok di wilayah Kabupaten Jember. Pemerintah berharap, melalui pemantauan rutin ini, masyarakat dapat memperoleh kepastian harga serta ketersediaan bahan pokok yang memadai.
Selain itu, hasil pemantauan akan menjadi dasar bagi pemerintah Kabupaten Jember dalam merumuskan kebijakan yang tepat guna menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya di sektor pangan. (za)