Distribusi Air Bersih Disambut Antusias, Ratusan KK di Sumberjeruk Kembali Bernapas Lega
- 08 Juli 2026
- Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
Distribusi Air Bersih Disambut Antusias, Ratusan KK di Sumberjeruk Kembali Bernapas Lega
JEMBER, 8 July 2026 – Antusiasme warga mewarnai pendistribusian bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Rabu,8 July 2026. Sejak mobil tangki tiba di lokasi, warga bersama perangkat desa bergotong royong menyiapkan tandon hingga mengantre secara tertib membawa berbagai wadah penampung air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Distribusi dilakukan di dua titik, yakni Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Desa Sumberjeruk. Sedikitnya 325 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan. Menurunnya debit sumber mata air alami dan sumur warga membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember pada Selasa, 7 July 2026, sekaligus merespons surat permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Sumberjeruk. Distribusi dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
BPBD Kabupaten Jember bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) menyalurkan 5.000 liter air bersih. Selain itu, BPBD menyiapkan empat tandon berkapasitas 1.200 liter yang ditempatkan di lokasi strategis agar warga lebih mudah memperoleh pasokan air.
Perangkat desa dan para ketua RT/RW turut berperan aktif mengatur jalannya distribusi, mendata warga terdampak, serta memastikan pembagian air berlangsung merata. Kehadiran aparat desa mendapat apresiasi dari masyarakat karena mampu menjaga proses distribusi tetap tertib, aman, dan kondusif.
Salah seorang perangkat Desa Kikip Sumberjeruk mengatakan, bantuan tersebut sangat dinantikan warga. Menurutnya, dalam beberapa pekan terakhir masyarakat harus menghemat penggunaan air karena sumur mulai mengering dan air yang tersedia menjadi keruh. Kehadiran bantuan air bersih dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan memasak, minum, hingga sanitasi keluarga.
Tim Pusdalops BPBD Jember, Firman Arifianto, menjelaskan bahwa distribusi air bersih merupakan respons cepat BPBD terhadap laporan masyarakat dan hasil asesmen lapangan. "Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa kekeringan. Sesuai rekomendasi, distribusi air bersih direncanakan dilakukan setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter agar kebutuhan warga tetap terlayani hingga kondisi kembali normal," ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa kendala. Sinergi antara BPBD Jember, Dinas PRKPLH, perangkat desa, RT/RW, dan masyarakat menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak sangat penting dalam menghadapi dampak bencana kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember.(tgh)