logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

Lebaran di Pelukan Argopuro, Pesona Agrowisata Boma Gunung Pasang yang Memikat Hati

  • 18 Maret 2026
  • Dibaca 188 Kali
Bagikan Via:
lebaran-di-pelukan-argopuro-pesona-agrowisata-boma-gunung-pasang-yang-memikat-hati-20260323

Lebaran di Pelukan Argopuro, Pesona Agrowisata Boma Gunung Pasang yang Memikat Hati

JEMBER, 18 MARET 2026 - Hiruk-pikuk persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 2026 mulai terasa di seluruh pelosok negeri. Di tengah tradisi mudik dan silaturahmi, pencarian destinasi wisata untuk melepas penat bersama keluarga menjadi agenda yang tak kalah penting. Bagi masyarakat Jember dan sekitarnya, atau pemudik yang melintasi jalur selatan Jawa Timur, Agrowisata Boma Gunung Pasang muncul sebagai rekomendasi utama.

Terletak di lereng Pegunungan Argopuro, tepatnya di Kecamatan Panti, destinasi ini menawarkan perpaduan sempurna antara kesejukan udara pegunungan dan hamparan pohon karet serta kopi. Agrowisata Boma bukan sekadar tempat wisata biasa, melainkan pelarian spiritual bagi mereka yang ingin merayakan kemenangan hari raya di pelukan alam.

Begitu memasuki kawasan Gunung Pasang, pengunjung akan disambut oleh "terowongan" pohon karet dan mahoni yang rindang. Suasana ini memberikan efek sejuk seketika meski matahari sedang terik. Seiring perjalanan mendaki menuju titik Boma, pemandangan berganti menjadi hamparan perkebunan kopi dan cokelat yang dikelola dengan rapi.

Daya tarik utama Boma terletak pada titik pandang (viewpoint) panoramik yang memungkinkan pengunjung melihat lembah Kabupaten Jember dari ketinggian. Saat cuaca cerah, gradasi warna langit biru yang berpadu dengan hijaunya pepohonan menciptakan latar belakang foto yang estetik. Tak heran jika setiap momen Lebaran, spot-spot foto di kawasan ini selalu dipadati pengunjung yang ingin mengabadikan momen keluarga dengan busana hari raya mereka.

Pihak pengelola Agrowisata Boma sendiri telah berbenah menyambut lonjakan pengunjung pada musim libur 2026. Beragam fasilitas unggulan telah disiapkan, mulai dari jembatan kayu yang menjorok ke lembah, replika kincir angin, hingga bangku taman berlatar hutan pinus. Bagi keluarga yang membawa anak kecil, tersedia area outbound dan bermain agar mereka tetap aktif di alam terbuka.

Sisi kuliner juga menjadi magnet tersendiri. Di sekitar area Boma, deretan warung dan kafe menyajikan kopi asli Gunung Pasang. Aroma kopi yang kuat dipadukan dengan pisang goreng hangat menjadi pelengkap sempurna di tengah hawa dingin. Sementara bagi mereka yang ingin merasakan sensasi bangun tidur di tengah kabut pagi, tersedia fasilitas camping ground dan glamping yang aman.

Meskipun berada di wilayah pegunungan, akses menuju lokasi tergolong sangat baik dengan jalanan aspal mulus yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jaraknya hanya berkisar 30 hingga 45 menit dari pusat Kota Jember. Pihak pengelola juga bekerja sama dengan aparat keamanan setempat, termasuk Babinsa dan Polsek Panti, untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan memperluas area parkir guna menampung volume kendaraan.

Sesuai namanya, aspek edukasi tetap menjadi nilai jual utama. Pengunjung tidak hanya sekadar duduk diam, tetapi juga bisa belajar mengenai proses pengolahan hasil perkebunan, sementara anak-anak dapat menikmati dinginnya air sungai pegunungan yang jernih.

Ketua Pengelola Agrowisata Boma, Hariyanto, menuturkan bahwa destinasi ini adalah manifestasi keindahan alam Jember yang dibalut dengan pengelolaan pariwisata modern.

"Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, destinasi ini menawarkan kemewahan visual dan ketenangan batin yang sulit didapatkan di tempat lain. Di Boma bukan sekadar piknik, melainkan cara terbaik untuk mensyukuri keindahan ciptaan Tuhan bersama orang-orang terkasih," jelasnya, Rabu 18 Maret 2026.

Galeri Foto