Distribusi Air Bersih Ke-10 Jangkau 325 KK di Kalisat, BPBD Jember Pastikan Pasokan Air bagi Warga Terdampak Kekeringan
- 28 Juli 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Distribusi Air Bersih Ke-10 Jangkau 325 KK di Kalisat, BPBD Jember Pastikan Pasokan Air bagi Warga Terdampak Kekeringan
Jember, Selasa 28 Juli 2026 - Musim kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Jember terus memberikan dampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) kembali melaksanakan distribusi bantuan air bersih ke Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Selasa 28 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan distribusi air bersih ke-10 sejak ditetapkannya Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026 sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Distribusi bantuan dilaksanakan pada dua titik terdampak, yakni Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Desa Sumberjeruk. Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, sedikitnya sekitar 325 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan akibat menurunnya debit sumber air selama musim kemarau. Di Dusun Kidul, bantuan menyasar sekitar 75 KK yang tersebar di RT 1 RW 8 dan RT 1 RW 6. Sementara di Dusun Karangpring, distribusi difokuskan kepada sekitar 250 KK yang berada di RT 2 RW 1 dan RT 3 RW 1. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk terus memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat melalui distribusi secara berkala.
Pelaksanaan distribusi dimulai pukul 14.00 WIB dengan melibatkan personel BPBD Kabupaten Jember, Dinas PRKPLH, perangkat Desa Sumberjeruk, ketua RT/RW, serta masyarakat setempat. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah tandon yang telah disiapkan warga agar dapat dimanfaatkan secara merata. Setelah seluruh proses distribusi selesai, tim kembali ke Markas Komando BPBD Kabupaten Jember pada pukul 16.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala di lapangan.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026. Selain itu, distribusi air bersih juga merupakan tindak lanjut atas surat permohonan dari Pemerintah Desa Sumberjeruk serta rekomendasi hasil asesmen TRC BPBD Kabupaten Jember yang menyatakan bahwa masyarakat membutuhkan penanganan segera akibat terbatasnya akses terhadap air bersih.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Kapusdalops PB) BPBD Kabupaten Jember menyampaikan bahwa distribusi air bersih menjadi langkah prioritas pemerintah daerah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting agar penanganan dampak kekeringan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kapusdalops PB BPBD Kabupaten Jember mengatakan, "Distribusi air bersih ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar selama musim kemarau. Berdasarkan hasil asesmen TRC, Desa Sumberjeruk masih membutuhkan suplai air secara berkala sehingga kami bersama Dinas PRKPLH terus melakukan pendistribusian sesuai kebutuhan di lapangan. Sinergi seluruh unsur yang terlibat menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal."
Berdasarkan hasil kegiatan, bantuan air bersih ke-10 dengan kapasitas 5.000 liter berhasil disalurkan kepada warga terdampak di Desa Sumberjeruk. Untuk menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi dilakukan setiap dua hari sekali dengan kapasitas yang sama. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak kekeringan terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi hingga kondisi sumber air kembali normal. Pemerintah Kabupaten Jember juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana serta terus berkoordinasi dengan pemerintah desa apabila kebutuhan air bersih kembali meningkat selama periode kemarau. (Bob)