Distribusi Pupuk Bersubsidi Diawasi Ketat, DTPHP Jember Perkuat Transparansi di Lingkungan Gladak Pakem
- 09 Mei 2026
- Dibaca 107 Kali
Bagikan Via:
Distribusi Pupuk Bersubsidi Diawasi Ketat, DTPHP Jember Perkuat Transparansi di Lingkungan Gladak Pakem
JEMBER, 09 MEI 2026 - Upaya menjaga distribusi pupuk bersubsidi agar benar-benar sampai kepada petani yang berhak terus diperkuat oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan di kios pupuk di Lingkungan Gladak Pakem, Kelurahan Keranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kamis, 07 Mei 2026, DTPHP memastikan penyaluran pupuk berjalan transparan, tertib, dan sesuai aturan.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menjaga kepercayaan petani terhadap sistem distribusi pupuk bersubsidi.
Tim teknis DTPHP turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari administrasi penyaluran, kesesuaian data petani dalam sistem e-RDKK, hingga kondisi stok pupuk di tingkat kios.
Pengawasan dilakukan secara detail untuk memastikan pupuk tersedia dalam jumlah cukup dan dapat diakses petani dengan mudah tanpa adanya penyimpangan. Selain itu, tim juga memastikan harga pupuk tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Anggota tim teknis DTPHP, Bambang, mengatakan bahwa keterbukaan informasi di tingkat kios menjadi salah satu kunci utama agar distribusi pupuk berjalan sehat dan dipercaya masyarakat.
“Petani harus mendapatkan informasi yang jelas dan terbuka. Mulai dari stok pupuk yang tersedia, harga sesuai HET, hingga mekanisme penyaluran semuanya harus transparan. Dengan begitu, petani merasa lebih tenang dan tidak muncul kesalahpahaman di lapangan,” ujar Bambang.
Menurutnya, pengawasan seperti ini tidak hanya bertujuan memastikan aturan berjalan, tetapi juga membangun rasa percaya antara petani, kios, dan pemerintah.
“Distribusi pupuk bukan sekadar soal penyaluran barang, tetapi juga bagaimana pelayanan itu dirasakan langsung oleh petani. Ketika sistem berjalan jujur dan terbuka, maka kepercayaan petani akan tumbuh dengan sendirinya,” tambahnya.
Sementara itu, anggota tim teknis lainnya, Dewi, menekankan pentingnya kedisiplinan kios dalam menerapkan aturan distribusi pupuk bersubsidi, termasuk kewajiban memasang informasi harga secara terbuka.
“Kami terus mendorong agar setiap kios memasang daftar harga di tempat yang mudah terlihat oleh petani. Hal sederhana seperti ini sangat penting karena bisa memberikan kepastian dan rasa aman saat petani melakukan pembelian,” kata Dewi.
Ia juga menilai bahwa pemahaman pengelola kios terhadap aturan distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyaluran pupuk di lapangan.
“Kalau pengelola kios memahami aturan dan menjalankannya dengan baik, maka distribusi pupuk akan lebih tertib dan tepat sasaran. Ini adalah tanggung jawab bersama demi mendukung sektor pertanian yang lebih kuat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim teknis DTPHP juga melakukan dialog langsung dengan pengelola kios untuk mendengarkan kondisi di lapangan sekaligus memberikan pembinaan terkait tata kelola distribusi pupuk bersubsidi.
Pendekatan ini dilakukan agar kios tidak hanya menjadi objek pengawasan, tetapi juga menjadi mitra aktif pemerintah dalam menjaga distribusi pupuk tetap lancar dan tepat sasaran.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok pupuk bersubsidi di wilayah Gladak Pakem dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan petani. Penyaluran pupuk pun berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, DTPHP Kabupaten Jember berharap distribusi pupuk bersubsidi dapat terus terjaga dengan baik, sehingga petani tidak hanya memperoleh pupuk yang dibutuhkan, tetapi juga mendapatkan kepastian layanan yang adil, terbuka, dan terpercaya.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah dalam mendukung produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Jember. (ima)