Mini Residensi 3 Lelampahan Jagat Sadeng, Telusuri Jejak Sejarah dan Inspirasi Seni di Kawasan Sadeng
- 07 Juni 2026
- Dibaca 51 Kali
Bagikan Via:
Mini Residensi 3 Lelampahan Jagat Sadeng, Telusuri Jejak Sejarah dan Inspirasi Seni di Kawasan Sadeng
JEMBER, 06 JUNI 2026 - Semangat eksplorasi sejarah dan kreativitas seni mewarnai kegiatan Mini Residensi 3 Lelampahan Jagat Sadeng yang berlangsung pada Sabtu, 06 Juni 2026. Kegiatan ini mengajak para peserta untuk menelusuri jejak peradaban masa lampau sekaligus menangkap keindahan alam kawasan Sadeng melalui pendekatan seni dan budaya.
Sejak pagi, tim Sadeng melakukan penjelajahan di kawasan Gunung Watangan Dusun Krajan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. menuju Goa Sodong dan Goa Marjan bersama sejarawan Imam Jazuli.
Kegiatan tersebut bertujuan memperdalam pemahaman peserta mengenai sejarah kawasan Sadeng yang memiliki nilai penting dalam perjalanan peradaban manusia di wilayah Jember.
Dalam pemaparannya, Imam Jazuli menjelaskan berbagai kisah dan temuan sejarah yang berkaitan dengan Goa Sodong. Para peserta diajak menelusuri kilas balik perkembangan kawasan tersebut mulai dari masa prasejarah, periode klasik, hingga keterkaitannya dengan perjalanan Raja Hayam Wuruk ke wilayah Jember pada masa Kerajaan Majapahit.
Selama penelusuran, tim menemukan sejumlah bukti yang memperkuat dugaan adanya aktivitas manusia pada masa lampau. Beberapa di antaranya berupa pecahan gerabah dan fosil kerang yang tersebar di sekitar kawasan Goa Sodong dan Goa Marjan. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting mengenai kehidupan masyarakat pada masa lalu sekaligus memperlihatkan kekayaan sejarah yang dimiliki kawasan Sadeng.
Suasana antusias dan penuh rasa ingin tahu terlihat dari para peserta yang aktif berdiskusi mengenai berbagai temuan tersebut. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan sejarah, tetapi juga pengalaman langsung mengamati situs yang menyimpan banyak cerita tentang perjalanan peradaban di pesisir selatan Jember.
Memasuki sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Goa Pawon. Untuk mencapai lokasi tersebut, peserta menikmati panorama alam Pantai Payangan, deburan ombak yang khas, serta pengalaman menyeberangi muara sungai yang menambah keseruan perjalanan. Keindahan alam yang tersaji menjadi sumber inspirasi bagi para seniman yang mengikuti residensi.
Di lokasi tersebut, para seniman melakukan kegiatan melukis secara langsung. Mereka berupaya menangkap keindahan lanskap Goa Pawon, laut, dan lingkungan sekitarnya ke dalam karya seni. Proses kreatif ini menjadi bentuk interpretasi terhadap sejarah dan kekayaan alam Sadeng yang disajikan melalui media visual.
Staf Disporabudpar Jember, M. Rizal Herlambang, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang yang menarik untuk mempertemukan sejarah, budaya, dan seni dalam satu pengalaman yang utuh.
“Menginterpretasikan sejarah Sadeng dengan karya seni menjadi alih wahana yang menyenangkan bagi seniman dan tim dalam kegiatan mini residensi,” ujarnya.
Melalui Mini Residensi 3 Lelampahan Jagat Sadeng, peserta tidak hanya diajak memahami sejarah secara akademis, tetapi juga merasakannya secara langsung melalui perjalanan, pengamatan, dan ekspresi seni. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya sekaligus memperkuat semangat pelestarian sejarah dan potensi alam Jember bagi generasi masa kini maupun mendatang. (af)