logo ppid jember kim
Oleh : Sekretariat DPRD

DPRD Jember Sebut MBG Dorong Swasembada Pangan, Petani Akui Harga Sayur Mulai Terungkit

  • 20 Juni 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
dprd-jember-sebut-mbg-dorong-swasembada-pangan-petani-akui-harga-sayur-mulai-terungkit-20260622

DPRD Jember Sebut MBG Dorong Swasembada Pangan, Petani Akui Harga Sayur Mulai Terungkit

JEMBER, 20 JUNI 2026 - Mengenai perdebatan soal tata kelola, program Makan Bergizi Gratis (MBG), DPRD Kabupaten Jember menilai program tersebut turut memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi di tingkat desa, terutama bagi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal yang menjadi pemasok bahan baku dapur SPPG.

Klaim ini diperkuat pengakuan langsung salah seorang petani sayur asal Kecamatan Jenggawah yang ikut dalam aksi di depan Kantor DPRD Jember.

Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, mengatakan program-program strategis nasional, termasuk MBG, sejalan dengan semangat memperkuat ketahanan pangan yang selama ini digaungkan pemerintah pusat.

Ia menyebut upaya swasembada pangan, khususnya beras dan minyak goreng, sudah mulai menampakkan hasil.

“Ketahanan pangan ini kita rasakan bahwa sampai dengan saat ini pemerintah telah berhasil menswasembadakan utama beras dan minyak goreng. Itu harapannya nanti perputaran, harapan dari Presiden, masyarakat, perputaran tidak hanya terjadi di Jakarta. Harapannya terjadi di daerah, terutama di desa-desa,” kata Halim, Sabtu, 20 Juni 2026.

Ia menambahkan, keberlanjutan program semacam MBG diharapkan turut dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat kecil, terutama petani, yang selama ini menjadi pemasok bahan pangan segar bagi dapur-dapur SPPG di wilayah Jember.

“Untuk itu kami mohon dukungannya supaya program MBG ini berjalan dengan baik. Tentu kita harus bekerja secara ikhlas, bisa bekerja pada diri sendiri terutama pada kegiatan-kegiatan sosial,” ujarnya, saat audiensi bersama perwakilan massa aksi.

Klaim soal dampak ekonomi ke petani itu turut dibenarkan Nita, petani sayur asal Desa Jenggawah, yang ikut hadir dalam aksi membawa aspirasi dari kalangan petani.

Ditemui seusai aksi, ia mengaku harga sayuran hasil kebunnya mengalami sedikit kenaikan sejak program MBG berjalan di Jember.

“Naik sedikit,” kata Nita singkat saat ditanya perbedaan harga sayur sebelum dan sesudah adanya program MBG.

NIta mengatakan, harapannya mengikuti aksi hari itu sederhana, yakni agar program MBG tetap berjalan karena dirasa mulai memberi dampak terhadap perekonomian petani seperti dirinya.

“MBG tetap jalan,” ujarnya singkat, saat ditanya soal harapannya atas keberlangsungan program tersebut. (gil)

Galeri Foto