logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Peserta Pelatihan Strategi Komunikasi Imunisasi Dilatih Bangun Simpati dan Kepercayaan Masyarakat

  • 23 Mei 2026
  • Dibaca 128 Kali
Bagikan Via:
peserta-pelatihan-strategi-komunikasi-imunisasi-dilatih-bangun-simpati-dan-kepercayaan-masyarakat-20260524

Peserta Pelatihan Strategi Komunikasi Imunisasi Dilatih Bangun Simpati dan Kepercayaan Masyarakat

JEMBER, 23 MEI 2026 - Hari kedua Pelatihan Strategi Komunikasi dalam Mendukung Demand Generation Imunisasi di Kabupaten Jember difokuskan pada praktik komunikasi persuasif dan simulasi lapangan guna meningkatkan kemampuan peserta dalam membangun simpati serta kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kediaman Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, tersebut menjadi upaya memperkuat pendekatan komunikasi yang lebih efektif dan empatik di tengah masih adanya keraguan masyarakat terhadap imunisasi.

Peserta yang terdiri dari promotor kesehatan puskesmas, TP PKK, organisasi masyarakat, mitra kesehatan imunisasi, hingga komunitas mitra potensial mengikuti berbagai sesi praktik komunikasi, simulasi, serta evaluasi penyampaian pesan kesehatan kepada masyarakat. Dalam pelaksanaan hari kedua, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan langsung teknik komunikasi yang lebih persuasif melalui simulasi dan praktik kelompok.

Materi pelatihan disampaikan oleh Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bersama akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, yakni Dr. Hario Fisto Megatsari, S.KM., M.Kes. dan Dr. Pulung Siswantara, S,KM. Materi yang diberikan meliputi strategi komunikasi, teknik membangun kedekatan dengan masyarakat, hingga pendekatan komunikasi perubahan perilaku dalam mendukung program imunisasi.

Consultant National Provincial Immunization UNICEF, Suradi, SKM., M.Kes., menjelaskan bahwa strategi komunikasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi. Menurutnya, tenaga kesehatan dan mitra potensial perlu memahami cara menyampaikan pesan kesehatan yang baik agar masyarakat lebih terbuka menerima imunisasi.

“Pakar kesehatan ini akan membantu kita mendesain komunikasi yang bagus dan efektif. Sehingga masyarakat yang tadinya menolak imunisasi menjadi menerima. Jadi dalam pelatihan strategi komunikasi ini tujuannya adalah agar masyarakat menerima pesan-pesan imunisasi dari puskesmas dan mitra potensial yang lainnya dengan baik, sehingga mau menerima imunisasi, cakupan imunisasi tinggi, penyakit PD3I menurun jauh,” ujarnya.

Pihak Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Syahroni Bahtiar, turut menegaskan pentingnya imunisasi sebagai bentuk perlindungan kesehatan anak sejak dini. Ia mengingatkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi dapat meningkatkan risiko terjadinya kejadian luar biasa penyakit menular di masyarakat.

“Melalui imunisasi, kita memberikan hak perlindungan terbaik untuk anak-anak kita dari kelumpuhan dan kematian akibat penyakit berbahaya. Jika cakupan imunisasi kita rendah, kita sedang menabung waktu berupa kejadian luar biasa atau KLB di Jember,” katanya.

Pascapelatihan Strategi Komunikasi (Strakom) Imunisasi, jajaran tenaga kesehatan dan mitra kesehatan imunisasi di tingkat daerah juga mulai menyusun rencana tindak lanjut (RTL) guna memastikan materi pelatihan dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat. Syahroni Bahtiar menyampaikan bahwa langkah tersebut penting untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi sekaligus mencegah potensi KLB di wilayah Kabupaten Jember.

Ia menjelaskan, fokus utama pascapelatihan adalah mengadaptasi pesan-pesan imunisasi agar lebih relevan dengan kondisi sosial dan kearifan lokal di masing-masing wilayah kerja. Selain itu, peserta mulai menerapkan pendekatan komunikasi interpersonal yang berpusat pada masyarakat atau human-centered design, dengan mengedepankan komunikasi dua arah yang lebih humanis dan persuasif.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan dengan mendengarkan kekhawatiran masyarakat, membangun simpati, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi tanpa terkesan menggurui. Tidak hanya melalui edukasi tatap muka, keberlanjutan program juga akan diperkuat melalui pemanfaatan media sosial dan saluran komunikasi digital lokal secara lebih interaktif.

Syahroni menambahkan bahwa seluruh gerakan komunikasi di lapangan nantinya akan diintegrasikan secara berkala ke dalam dokumen Rencana Aksi Imunisasi Daerah. Dengan demikian, implementasi hasil pelatihan Strakom dapat dipantau dan dievaluasi secara berkelanjutan berdasarkan respons masyarakat di lapangan.

Selain praktik komunikasi, peserta juga melakukan evaluasi hasil simulasi dan penyusunan implementasi strategi komunikasi di wilayah kerja masing-masing. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menjadi penggerak komunikasi imunisasi di lingkungan masyarakat serta membantu meningkatkan cakupan imunisasi di Kabupaten Jember.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk mendukung keberhasilan program imunisasi sekaligus mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) melalui pendekatan komunikasi yang lebih humanis, kontekstual, dan berkelanjutan. (ken)

Galeri Foto