logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Ratusan KK di Kalisat dan Pakusari Terdampak Kekeringan, Warga Antusias Sambut Distribusi 9.000 Liter Air Bersih

  • 11 Juli 2026
  • Dibaca 32 Kali
Bagikan Via:
ratusan-kk-di-kalisat-dan-pakusari-terdampak-kekeringan-warga-antusias-sambut-distribusi-9000-liter-air-bersih-20260711

Ratusan KK di Kalisat dan Pakusari Terdampak Kekeringan, Warga Antusias Sambut Distribusi 9.000 Liter Air Bersih

JEMBER, 11 JULI 2026 - Dampak musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember mulai dirasakan masyarakat. Ratusan kepala keluarga (KK) di Kecamatan Kalisat dan Kecamatan Pakusari mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya debit sumber air yang selama ini menjadi andalan warga.

Sebagai upaya penanganan darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak pada Jumat, 10 JulI 2026.

Distribusi dilakukan di tiga titik terdampak, yakni Dusun Kidul dan Dusun Karangpring di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, serta Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, total warga terdampak mencapai sekitar 450 KK yang tersebar di wilayah tersebut.

Di Kecamatan Kalisat, wilayah yang terdampak meliputi RT 01 RW 08 dan RT 01 RW 06 Dusun Kidul, serta RT 02 RW 01 dan RT 03 RW 01 Dusun Karangpring dengan total sekitar 325 KK terdampak. Sementara di Kecamatan Pakusari, sebanyak 125 KK di RT 02 RW 13 dan RT 03 RW 13 Dusun Bunder mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Sejak pagi, warga tampak berdatangan membawa berbagai wadah penampung air, mulai dari jeriken, ember hingga drum plastik. Mereka antre dengan tertib di sekitar tandon yang telah disiapkan petugas. Kehadiran bantuan air bersih disambut antusias karena kebutuhan air untuk memasak, mandi dan kebutuhan rumah tangga lainnya semakin sulit dipenuhi dalam beberapa pekan terakhir.

Perangkat Desa Sumberjeruk, Kikip, mengatakan distribusi air bersih sangat membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Menurutnya, sebagian besar sumber air warga mengalami penurunan debit sehingga pasokan air tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Kondisi kemarau yang cukup panjang membuat banyak warga kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan ini sangat dibutuhkan dan disambut baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dusun Kidul, Adis, menuturkan bahwa sejumlah warga harus mencari sumber air ke lokasi yang lebih jauh ketika persediaan air di lingkungan mereka mulai menipis. Karena itu, distribusi air bersih menjadi solusi sementara yang sangat membantu.

Hal senada disampaikan Ketua RT 02 RW 13 Dusun Bunder, Junaidi. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat selalu menunggu kedatangan mobil tangki karena kebutuhan air bersih menjadi persoalan utama selama musim kemarau.

“Warga sangat antusias. Begitu ada informasi distribusi air, mereka langsung menyiapkan tempat penampungan. Bantuan ini benar-benar meringankan beban masyarakat,” katanya.

Ketua RT 03 RW 13, Imsiana, menambahkan bahwa distribusi yang dilakukan secara berkala sangat diperlukan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi hingga kondisi sumber air kembali normal.

Pada kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Jember mendistribusikan 4.000 liter air bersih ke Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. Sementara Dinas PRKPLH menyalurkan 5.000 liter air bersih ke Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat. Total sebanyak 9.000 liter air bersih berhasil disalurkan kepada warga terdampak.

Tim Pusdalops BPBD Jember, Firman Arifianto, menjelaskan bahwa distribusi air bersih dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan dan permohonan dari pemerintah desa. Kegiatan tersebut juga mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

“BPBD terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan. Berdasarkan kondisi di lapangan, distribusi air bersih masih perlu dilakukan secara berkala agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Firman.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih ke wilayah terdampak tetap dilakukan setiap dua hari sekali dengan kapasitas minimal 5.000 liter guna mengantisipasi dampak kekeringan yang masih berpotensi berlanjut selama musim kemarau. (tgh)

Galeri Foto