DPUPR Jember Bagikan Air Mineral Sambil Pantau Antrean BBM, Pastikan Kondisi Mulai Lancar
- 09 September 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
DPUPR Jember Bagikan Air Mineral Sambil Pantau Antrean BBM, Pastikan Kondisi Mulai Lancar
JEMBER, 9 September 2026 – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember menunjukkan kepedulian kepada masyarakat di tengah kondisi antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pada Rabu (9/9/2026), Plt. Kepala DPUPR Kabupaten Jember, Danang Andriasmara, S.T., M.Si., turun langsung memantau kondisi antrean sekaligus membagikan air mineral kepada masyarakat yang sedang mengisi bahan bakar.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyambangi SPBU 54-081-02 Jubung yang berada di sekitar kantor DPUPR Kabupaten Jember. Selain sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemantauan kondisi terkini setelah adanya informasi mengenai tambahan pasokan BBM dari Pertamina.
Danang mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan apakah antrean kendaraan masih terjadi atau mulai terurai setelah pasokan BBM kembali tersedia. Menurutnya, pemerintah perlu melihat secara langsung kondisi masyarakat di lapangan sekaligus memberikan dukungan sederhana bagi warga yang masih harus menunggu dalam antrean.
“Kami hari ini ingin mengecek SPBU di sebelah kantor DPUPR Kabupaten Jember, apakah antreannya masih ada atau sudah mulai terurai. Informasinya, dari Pertamina sudah masuk stok baru. Sekalian kami membagikan air mineral kepada masyarakat,” ujar Danang.
Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi antrean di SPBU 54-081-02 Jubung dilaporkan mulai berangsur lancar. Pembina SPBU 54-081-02 Jubung, M. Mukid, menyampaikan bahwa situasi pada Rabu (9/9/2026) sudah jauh lebih kondusif dibandingkan sebelumnya.
“Alhamdulillah, kondisi antrean hari ini sudah mulai lancar. Konsumen kadung trauma, sehingga kami perlu memulihkan kembali mental konsumen,” kata M. Mukid.
Ia menjelaskan, gangguan yang terjadi sebelumnya berkaitan dengan hambatan distribusi BBM akibat adanya perbaikan dermaga penyeberangan Banyuwangi–Bali. Kondisi tersebut berdampak terhadap kelancaran pasokan BBM menuju wilayah Jember dan kawasan sekitarnya.
Sebagai langkah penanganan, Pertamina kemudian mengambil tindakan dengan menambah pasokan, termasuk melalui suplai dari Surabaya. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus mengurai antrean yang sempat terjadi di sejumlah SPBU.
“Kalau stok pertama, insyaallah aman, sesuai dengan pernyataan Pak Bupati kemarin,” ujar Mukid.
Kondisi tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Jember yang sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM. Bupati Jember Muhammad Fawait juga telah menegaskan bahwa persoalan antrean bukan disebabkan kelangkaan stok secara nasional, melainkan adanya kendala pada distribusi. Pertamina kemudian memastikan stok BBM di Jember aman dan melakukan penambahan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik dan melakukan pembelian BBM secara berlebihan. M. Mukid mengingatkan agar warga membeli BBM sesuai kebutuhan sehingga tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama untuk mengantre.
“Imbauannya kepada masyarakat, jangan terlalu panik karena sekarang stok aman. Daripada antre terlalu lama dan akhirnya menunda pekerjaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan pemantauan sekaligus pembagian air mineral tersebut, DPUPR Kabupaten Jember menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Pemerintah tidak hanya memastikan kondisi infrastruktur dan pelayanan publik berjalan baik, tetapi juga hadir memberikan perhatian ketika masyarakat menghadapi situasi yang berdampak terhadap aktivitas sehari-hari.
DPUPR Jember berharap kondisi distribusi BBM terus membaik sehingga antrean di SPBU semakin terurai dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Masyarakat juga diharapkan tetap tenang, menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu kepanikan. (And)