logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Lebih dari Setengah Abad Berdiri, Pura Agung Amerta Asri Jadi Penjaga Harmoni di Patrang

  • 16 Maret 2026
  • Dibaca 397 Kali
Bagikan Via:
lebih-dari-setengah-abad-berdiri-pura-agung-amerta-asri-jadi-penjaga-harmoni-di-patrang-20260316

Lebih dari Setengah Abad Berdiri, Pura Agung Amerta Asri Jadi Penjaga Harmoni di Patrang

JEMBER, 16 MARET 2026 - Di tengah padatnya kawasan permukiman di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, berdiri sebuah tempat suci yang menjadi saksi perjalanan panjang komunitas Hindu di kota tembakau ini.

Pura tersebut adalah Pura Agung Amerta Asri, pura yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menyimpan jejak sejarah kebersamaan umat Hindu di Jember sejak puluhan tahun lalu.

Pemangku pura, Rai Jelantik, menuturkan bahwa embrio berdirinya pura ini telah ada sejak sekitar tahun 1960-an. Masa itu menjadi periode penting ketika Jember berkembang sebagai kota tujuan pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk dari Bali.

“Pada waktu itu banyak mahasiswa Hindu asal Bali yang kuliah di Jember. Jumlahnya cukup banyak, bahkan diperkirakan mencapai sekitar 400 orang,” ujar Rai Jelantik, Senin 16 Maret 2026.

Namun, di tengah jumlah umat yang cukup besar tersebut, mereka belum memiliki tempat ibadah khusus untuk melaksanakan persembahyangan bersama. Kondisi itu kemudian mendorong para mahasiswa serta tokoh umat Hindu untuk memikirkan sebuah solusi: membangun pura sebagai pusat kegiatan spiritual.

Gagasan tersebut perlahan berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Setelah melalui berbagai upaya, sekitar tahun 1969 hingga 1970 pembangunan pura mulai diwujudkan di kawasan Patrang.

Perjalanan membangun pura itu tidaklah mudah. Menurut cerita para sesepuh umat Hindu di Jember, lahan pura tidak diperoleh sekaligus. Para pendahulu membeli tanah secara bertahap, kapling demi kapling, menyesuaikan kemampuan yang ada pada saat itu.

“Semua dilakukan dengan semangat gotong royong. Sedikit demi sedikit lahan dibeli hingga akhirnya terbentuk kawasan pura yang cukup luas seperti sekarang,” kata Rai Jelantik.

Pada tahap awal, bagian yang lebih dulu dibangun adalah area utama atau mandala utama. Tempat ini menjadi pusat persembahyangan umat Hindu. Dari sinilah aktivitas keagamaan mulai berkembang, diiringi pembangunan bagian-bagian lain secara bertahap.

Seiring waktu, kawasan pura terus berkembang. Selain area utama, dibangun pula berbagai fasilitas pendukung yang menunjang kegiatan keagamaan umat. Salah satunya adalah area yang kini dimanfaatkan sebagai tempat parkir bagi para umat yang datang untuk bersembahyang maupun menghadiri upacara keagamaan.

Kini, lebih dari setengah abad sejak embrionya muncul, Pura Agung Amerta Asri tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Hindu di Jember. Pura ini juga menjadi simbol keberadaan serta kebersamaan komunitas Hindu di wilayah tersebut.

Keberadaan pura ini juga mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Lurah Patrang, Hariyono, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan pura yang memiliki nilai sejarah tersebut.

Menurutnya, Pura Agung Amerta Asri bukan hanya tempat ibadah umat Hindu, tetapi juga bagian dari warisan sejarah dan keberagaman yang hidup di tengah masyarakat Patrang.

“Mari kita bersama-sama melestarikan peninggalan sejarah seperti Pura Agung Amerta Asri ini. Keberadaannya menjadi bagian penting dari perjalanan kerukunan dan keberagaman di wilayah kita,” ujar Hariyono.

Di tengah dinamika zaman, pura ini tetap berdiri tenang. Dindingnya menyimpan kisah perjuangan para pendahulu, sementara halaman sucinya terus menjadi tempat umat memanjatkan doa mengikat masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam harmoni yang sama. (rus)

Galeri Foto