logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

DTPHP Jember dan BPS Rekonsolidasi Data Pertanian, Tiga Indikator Jadi Fokus

  • 19 Agustus 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
dtphp-jember-dan-bps-rekonsolidasi-data-pertanian-tiga-indikator-jadi-fokus-20260820

DTPHP Jember dan BPS Rekonsolidasi Data Pertanian, Tiga Indikator Jadi Fokus

JEMBER, 19 AGUSTUS 2026 - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan rekonsolidasi data pertanian, khususnya terkait gabah, Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kecil DTPHP Jember.

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala DTPHP Kabupaten Jember Djamil, Kabid Pertanian Luhur, TP3D Bambang, perwakilan BPS Nanang, pengolah data kecamatan, serta tim kerja Kabupaten Jember.

Rekonsolidasi dilakukan untuk menyamakan metode pengambilan dan pengolahan data pertanian. Langkah ini menjadi penting karena dalam pelaksanaan pendataan oleh petugas terdapat sejumlah perbedaan metode yang berpotensi menghasilkan perbedaan data.

Kepala DTPHP Kabupaten Jember, Djamil, menyampaikan DTPHP Jember bersama BPS berupaya menyinkronkan metode dan hasil pendataan agar data pertanian yang digunakan dapat lebih akurat dan menggambarkan kondisi lapangan.

“Kita ingin memastikan data yang dihasilkan antara petugas di lapangan dengan pengolahan data bisa sinkron. Karena ada beberapa perbedaan metode dalam pengambilan data, sehingga perlu kita samakan persepsinya,” ujar Djamil.

Dalam rekonsolidasi tersebut, terdapat sembilan poin yang menjadi perhatian dalam menentukan posisi panen dan produksi pertanian. Poin tersebut meliputi luas panen, serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), lahan bukan pertanian, tanaman bukan tanaman pangan, tanaman vegetatif, tanaman generatif, serta beberapa indikator pendataan lainnya seperti pero dan vuso.

Dari sembilan poin tersebut, terdapat tiga indikator utama yang dinilai wajib mengalami sinkronisasi secara signifikan. Ketiganya yakni luas panen, tanaman vegetatif dan tanaman generatif.

Ketiga indikator tersebut menjadi perhatian karena berkaitan erat dengan penentuan kondisi pertanaman dan penghitungan potensi produksi pertanian di wilayah Kabupaten Jember.

“Yang paling utama ada tiga hal yang harus benar-benar kita sinkronkan, yaitu luas panen, tanaman vegetatif dan tanaman generatif. Ini menjadi dasar penting untuk melihat posisi pertanaman dan potensi produksi di daerah,” jelas Djamil.

Rekonsolidasi juga tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Sinkronisasi data akan terus ditindaklanjuti pada periode berikutnya agar data pertanian Kabupaten Jember semakin konsisten dan dapat digunakan sebagai bahan perencanaan.

Djamil menambahkan, data pertanian yang akurat dibutuhkan bukan hanya untuk mengetahui kondisi panen dan produksi, tetapi juga sebagai dasar melihat potensi daerah.

“Data ini nantinya menjadi salah satu dasar untuk melihat potensi daerah. Karena itu, sinkronisasi harus dilakukan secara berkelanjutan supaya program dan kebijakan yang disusun benar-benar berdasarkan kondisi serta potensi yang ada di lapangan,” pungkasnya.

Melalui rekonsolidasi dan pelatihan yang akan dilakukan, DTPHP Jember bersama BPS berharap kualitas data pertanian semakin baik. Sinkronisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun basis data pertanian yang lebih akurat untuk mendukung program pembangunan dan pengembangan potensi pertanian Kabupaten Jember. (ima)

Galeri Foto