DTPHP Jember Matangkan Program Pekarangan Pangan Bergizi Bersama KWT, Dorong Kemandirian Pangan Keluarga
- 14 Juli 2026
- Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
DTPHP Jember Matangkan Program Pekarangan Pangan Bergizi Bersama KWT, Dorong Kemandirian Pangan Keluarga
JEMBER, 14 JULI 2026 – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember terus mematangkan pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) sebagai salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang digelar pada Senin, 13 Juli 2026, di Aula DTPHP Kabupaten Jember.
Rapat ini menjadi bagian dari persiapan sebelum Program Pekarangan Pangan Bergizi mulai dijalankan di berbagai wilayah Kabupaten Jember. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh para penyuluh pertanian lapangan (PPL), perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT), serta jajaran DTPHP yang akan terlibat dalam pelaksanaan program di lapangan.
Program Pekarangan Pangan Bergizi hadir sebagai langkah nyata pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah agar mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan sehat, seperti sayuran, buah-buahan, tanaman obat keluarga, hingga komoditas pendukung kebutuhan rumah tangga. Dengan memanfaatkan pekarangan secara optimal, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri, tetapi juga memperoleh tambahan penghasilan apabila hasil panen memiliki nilai jual.
Pelaksanaan rapat ini juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penyuluh hingga Kelompok Wanita Tani sebagai pelaksana utama program di tingkat desa. Berbagai aspek teknis pelaksanaan, pendampingan, hingga kesiapan kelompok menjadi pembahasan utama agar program dapat berjalan sesuai target.
Menariknya, pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Bergizi berangkat dari aspirasi yang disampaikan oleh Kelompok Wanita Tani. Usulan tersebut muncul karena para anggota KWT melihat besarnya potensi pekarangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Mereka berharap adanya program yang mampu mendorong keluarga untuk menghasilkan pangan bergizi secara mandiri sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan masing-masing.
Melalui forum rapat tersebut, seluruh masukan dari peserta juga dihimpun sebagai bahan penyempurnaan pelaksanaan program. Dengan adanya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, pelaksanaan Program P2B diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata yang ada di lapangan.
Materi dalam rapat disampaikan oleh Imam Mashudi, yang memberikan pemaparan mengenai arah pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Bergizi, mekanisme pelaksanaan, serta peran penting sinergi antara penyuluh pertanian dan Kelompok Wanita Tani. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak dalam melakukan pendampingan secara berkelanjutan.
"Program Pekarangan Pangan Bergizi bukan hanya tentang menanam di pekarangan rumah, tetapi bagaimana pekarangan tersebut mampu menjadi sumber pangan sehat bagi keluarga. Karena itu diperlukan kerja sama yang baik antara penyuluh, Kelompok Wanita Tani, dan pemerintah agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Imam Mashudi.
Ia juga menjelaskan bahwa KWT memiliki peran strategis sebagai motor penggerak di tengah masyarakat. Selain menjadi contoh dalam pemanfaatan pekarangan, para anggota KWT diharapkan mampu mengajak masyarakat lain untuk ikut menerapkan pola pemanfaatan lahan yang produktif.
Selama rapat berlangsung, para peserta tampak aktif mengikuti pembahasan. Beberapa perwakilan Kelompok Wanita Tani turut menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait kondisi di lapangan, termasuk berbagai potensi maupun tantangan yang mungkin dihadapi saat program mulai diterapkan. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam menyusun strategi pendampingan yang lebih efektif.
Keikutsertaan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Nantinya, PPL akan berperan memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani maupun masyarakat sehingga pemanfaatan pekarangan dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui rapat koordinasi ini, DTPHP Kabupaten Jember berharap seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan serta mekanisme pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Bergizi. Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, serta Kelompok Wanita Tani, program ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan bergizi di tingkat rumah tangga, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. (ima)