logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jelbuk

Komitmen Gus Fawait Jaga Mutu MBG, Satgas Turun Langsung Periksa Dapur Gizi

  • 03 Juni 2026
  • Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
komitmen-gus-fawait-jaga-mutu-mbg-satgas-turun-langsung-periksa-dapur-gizi-20260603

Komitmen Gus Fawait Jaga Mutu MBG, Satgas Turun Langsung Periksa Dapur Gizi

JEMBER, 03 JUNI 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas layanan dan keamanan pangan bagi penerima manfaat, Tim 7 Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Jember melakukan pemeriksaan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SPPG Sukojember, Kecamatan Jelbuk, Jumat 29 Mei 2026.

Langkah tersebut merupakan upaya preventif yang dilakukan Pemkab Jember untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi permasalahan sejak dini sehingga tidak menimbulkan dampak yang dapat mengganggu pelaksanaan program nasional tersebut.

Tim supervisi yang terdiri atas unsur organisasi perangkat daerah (OPD), Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Tenaga Kerja, kecamatan, TNI, dan Polri melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana dapur MBG. Pemeriksaan meliputi instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sumber air bersih, ruang pengolahan makanan, gudang bahan baku, ruang pemorsian, fasilitas sanitasi, hingga sarana pendukung bagi pekerja.

Camat Jelbuk Pairi mengatakan bahwa kegiatan supervisi tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memastikan seluruh dapur MBG beroperasi sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal. Secara umum kondisi SPPG Sukojember cukup baik, hanya ada beberapa hal yang perlu dilengkapi karena masih tergolong baru,” ujarnya pada saat ditemui di kantor kecamatan jelbuk pada Selasa, 02 Juni 2026.

Menurut Pairi, beberapa catatan yang ditemukan meliputi kelengkapan IPAL, pengujian laboratorium, dan sejumlah dokumen pendukung yang masih dalam proses penyelesaian.

Sementara itu, hasil pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah masih perlu disempurnakan. Tim menemukan pemilahan sampah organik dan nonorganik belum dilakukan secara maksimal serta IPAL belum menjalani uji laboratorium.

DLH mengingatkan bahwa sampah yang dihasilkan dari dapur MBG harus dikelola secara mandiri dan tidak diperbolehkan dibuang langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah nonorganik disarankan dikelola melalui kerja sama dengan bank sampah.

Dari aspek ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember menilai fasilitas pekerja sudah cukup memadai. Namun, penggunaan alat pelindung diri dan penerapan keselamatan kerja masih perlu ditingkatkan guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Kepala SPPG Indo Avisya Tisnogambar Kecamatan Jelbuk, Muhammad Dava Virdaus, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan tim supervisi.

“Kami berterima kasih atas masukan yang diberikan. Semua catatan akan kami tindak lanjuti sebagai bahan evaluasi agar pelayanan kepada penerima manfaat semakin baik,” katanya.

Dava menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menggunakan air minum dalam kemasan yang telah memiliki sertifikat higienis karena proses perizinan higienis sumber air milik SPPG masih berlangsung. Selain itu, perbaikan pada sistem IPAL juga akan segera dilakukan sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan.

Pemeriksaan yang dilakukan Tim Satgas MBG Kabupaten Jember ini menjadi bagian dari langkah preventif yang diinstruksikan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait. Melalui pengawasan langsung ke lapangan, Pemkab Jember ingin memastikan seluruh SPPG memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, sanitasi, dan lingkungan sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan aman, berkualitas, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (ama)

 

Galeri Foto