DTPHP Jember Tekankan Pentingnya Pascapanen untuk Tingkatkan Mutu Kopi
- 01 Juli 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
DTPHP Jember Tekankan Pentingnya Pascapanen untuk Tingkatkan Mutu Kopi
JEMBER, 1 JULI 2026 — Kualitas kopi tidak hanya ditentukan saat buah dipetik dari pohonnya. Proses pengolahan setelah panen menjadi tahapan penting yang menentukan cita rasa, mutu, hingga nilai jual kopi di pasaran. Pemahaman tersebut menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Kawasan Cagar Biosfer Blambangan yang digelar Selasa, 30 Juni 2026, pukul 09.00 WIB, di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember.
Melalui materi "Metode Pengolahan Kopi saat Panen dan Pascapanen Menuju Kemandirian Ekonomi Kelompok", peserta diajak memahami bahwa menghasilkan kopi berkualitas harus dimulai sejak proses panen. Salah satu langkah yang ditekankan ialah melakukan petik merah, yakni memanen buah kopi yang telah matang sempurna agar kualitas biji tetap terjaga.
Penyuluh Pertanian Kabupaten Jember, Feri Anggiawan, mengatakan kualitas hasil panen menjadi fondasi utama dalam menghasilkan kopi yang mampu bersaing di pasar.
"Nah, terkait kualitas, petik merah itu penting," tegasnya.
Sebagai bagian yang masih beririsan dengan DTPHP Kabupaten Jember, Feri juga mendorong petani untuk terus meningkatkan kemampuan dalam pengolahan pascapanen. Menurutnya, penguasaan teknik pengolahan akan membantu menjaga konsistensi mutu kopi sekaligus membuka peluang memperoleh nilai jual yang lebih tinggi.
Ia menilai peningkatan kualitas kopi Jember mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Hal itu dibuktikan melalui capaian Kabupaten Jember pada ajang Jambore Perhutanan Sosial yang berhasil meraih prestasi di berbagai kategori kopi.
"Kemarin, saat acara Jambore Perhutanan Sosial, Kabupaten Jember berhasil meraih Juara 2 untuk kopi Robusta, Juara 3 untuk Arabika, dan Juara 1 untuk Barista. Ini membuktikan bahwa pengolahan kopi pascapanen di Kabupaten Jember sudah meningkat," ungkapnya.
Melalui pembekalan tersebut, DTPHP Kabupaten Jember berharap petani tidak hanya mampu menghasilkan kopi dengan mutu yang baik, tetapi juga memahami pentingnya pengolahan pascapanen sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing kopi lokal. Dengan kualitas yang terus terjaga, kopi Jember diharapkan semakin mampu memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di kawasan penyangga Cagar Biosfer Blambangan. (fan)