DTPHP Jember Ukur Irigasi Tersier di Karanganyar, Evaluasi Kesesuaian Standar
- 19 Oktober 2026
- Dibaca 32 Kali
Bagikan Via:
DTPHP Jember Ukur Irigasi Tersier di Karanganyar, Evaluasi Kesesuaian Standar
JEMBER, 19 OKTOBER 2026 - Pembangunan infrastruktur irigasi pertanian perlu dipastikan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku. Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember di Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu. Senin, 19 Oktober 2026.
Dalam kegiatan ini, DTPHP Jember melakukan pemeriksaan terhadap pembangunan irigasi tersier yang dilaksanakan Kelompok Tani Sumber Hasil. Selain meninjau bukti fisik bangunan, tim juga melakukan pengukuran untuk mengevaluasi kesesuaian dimensi irigasi dengan standar yang menjadi acuan.
Salah satu staf DTPHP Jember, Fandi, menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan untuk meninjau hasil pekerjaan sekaligus memeriksa kesesuaian pembangunan dengan ketentuan yang berlaku.
“Dalam kegiatan ini, kami melakukan pemeriksaan terhadap bukti fisik pembangunan dan pengukuran irigasi di lapangan. Hal tersebut penting untuk mengevaluasi hasil pekerjaan serta melihat kesesuaiannya dengan standar teknis yang menjadi acuan,” ujar Fandi.
Ia menambahkan, pemeriksaan secara langsung diperlukan agar penilaian terhadap hasil pembangunan tidak hanya berdasarkan laporan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata di lokasi.
Sementara itu, Analis Prasarana dan Sarana Pertanian DTPHP Jember, Joko Nurcahyo, S.TP., mengatakan pengukuran merupakan bagian penting dalam evaluasi pembangunan infrastruktur irigasi. Kesesuaian dimensi bangunan perlu diperiksa karena berkaitan dengan fungsi dan pemanfaatan saluran untuk mendukung kebutuhan pengairan pertanian.
“Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian dimensi irigasi dengan standar teknis yang ditetapkan. Dari pemeriksaan tersebut, kondisi hasil pembangunan dapat dievaluasi sehingga fungsi infrastruktur dapat menjadi perhatian sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Joko.
Menurutnya, infrastruktur irigasi memiliki peran dalam mendukung distribusi air menuju lahan pertanian. Karena itu, pemeriksaan kondisi fisik dan ukuran bangunan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari evaluasi pelaksanaan pembangunan.
Monitoring dan evaluasi di Desa Karanganyar ini diharapkan dapat mendukung pengawasan pembangunan infrastruktur pertanian agar hasil pekerjaan dapat dinilai secara lebih menyeluruh. Selain memastikan kondisi fisik, evaluasi teknis juga diperlukan untuk melihat apakah bangunan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya kegiatan tersebut, pembangunan irigasi tersier oleh Kelompok Tani Sumber Hasil diharapkan dapat mendukung kebutuhan pengairan dan menunjang kegiatan pertanian di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. (ima)