Kerja Bakti Bersihkan Sungai Rembangan, BPBD Jember Cegah Potensi Banjir di Patrang
- 14 April 2026
- Dibaca 217 Kali
Bagikan Via:
Kerja Bakti Bersihkan Sungai Rembangan, BPBD Jember Cegah Potensi Banjir di Patrang
JEMBER, 14 APRIL 2026 – Upaya pencegahan bencana terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama berbagai unsur terkait. Salah satunya melalui kegiatan kerja bakti pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rembangan yang dilaksanakan di Jembatan RT 03 RW 18, Jalan Mawar, Lingkungan Cangkring, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Selasa 14 April 2026.
Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas adanya barongan bambu yang hanyut dan terseret arus sungai hingga menghambat aliran air. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan genangan bahkan banjir apabila tidak segera ditangani, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Berdasarkan laporan yang diterima, barongan bambu tersebut sempat menyumbat aliran sungai di kawasan DAS Rembangan. Menindaklanjuti hal tersebut, BPBD Kabupaten Jember melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan penanganan cepat di lokasi.
Kegiatan kerja bakti ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Jember, TNI, Polri, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), perangkat kelurahan, relawan Sahabat Tagana, Yayasan Ibnu Katsir, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat proses pembersihan material bambu yang menghambat aliran sungai.
Proses pembersihan dilakukan dengan cara memotong dan mengevakuasi barongan bambu dari badan sungai. Para petugas dan warga bahu-membahu memastikan aliran air kembali lancar. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan BPBD Kabupaten Jember guna menjaga fungsi sungai sebagai saluran air yang optimal.
Hingga kegiatan berakhir, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Seluruh material bambu yang menghambat aliran sungai berhasil dibersihkan, sehingga aliran air di DAS Rembangan kembali normal. Tidak ditemukan kendala berarti selama proses penanganan berlangsung.
Salah satu Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Zaenuddin, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar aliran sungai. “Kegiatan ini bukan hanya penanganan sesaat, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi sungai. Sumbatan seperti ini bisa menjadi pemicu banjir jika dibiarkan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. Menurutnya, material alami seperti bambu atau ranting yang terbawa arus dapat dengan mudah menyumbat aliran sungai jika tidak segera ditangani.
BPBD Kabupaten Jember turut merekomendasikan kepada dinas terkait untuk melakukan penanganan lanjutan pascakejadian guna memastikan kondisi sungai tetap terjaga. Selain itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan terus terjalin demi meminimalisir risiko bencana di wilayah perkotaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sehingga potensi bencana dapat dicegah sejak dini. (bob)