logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Dua Bulan Latihan, Tim Musik Tradisional SMPN 1 Kencong Tampil Maksimal di Seleksi FLS3N Jember

  • 20 Mei 2026
  • Dibaca 89 Kali
Bagikan Via:
dua-bulan-latihan-tim-musik-tradisional-smpn-1-kencong-tampil-maksimal-di-seleksi-fls3n-jember-20260522

Dua Bulan Latihan, Tim Musik Tradisional SMPN 1 Kencong Tampil Maksimal di Seleksi FLS3N Jember

JEMBER, 20 MEI 2026 – Semangat dan kerja keras ditunjukkan oleh tim musik tradisional SMP Negeri 1 Kencong dalam mengikuti seleksi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Jember tahun 2026. Dengan membawakan karya berjudul Menthik, para siswa tampil penuh percaya diri dalam seleksi musik tradisional yang digelar di Aula SMP Negeri 7 Jember pada Rabu, 20 Mei 2026.

Penampilan tim SMPN 1 Kencong berhasil menarik perhatian penonton dan dewan juri melalui perpaduan musik tradisional yang harmonis serta penghayatan mendalam terhadap makna lagu yang dibawakan. Menthik sendiri mengangkat tema rasa syukur atas hasil panen sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Karya tersebut tidak hanya menjadi penampilan seni biasa, tetapi juga membawa pesan budaya dan nilai kehidupan yang sarat makna. Melalui alunan musik tradisional yang dimainkan dengan penuh kekompakan, para siswa berhasil menunjukkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus kemampuan bermusik yang matang.

Guru Bahasa Jawa SMPN 1 Kencong, Bayu Marisko, yang turut mendampingi para siswa selama persiapan hingga pelaksanaan lomba, menyampaikan rasa bangganya terhadap perjuangan anak didiknya. Menurutnya, para siswa menunjukkan semangat luar biasa selama proses latihan yang dilakukan secara intensif selama kurang lebih dua bulan.

“Anak-anak sangat semangat menjalani latihan. Mereka rela latihan di luar jam sekolah demi memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama SMPN 1 Kencong,” ujarnya.

Bayu menjelaskan bahwa latihan dilakukan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di luar sekolah agar para siswa lebih leluasa mendalami musikalitas, kekompakan, dan penghayatan terhadap karya yang dibawakan. Selama proses latihan, para siswa juga terus diberikan motivasi agar tetap percaya diri dan mampu tampil maksimal di atas panggung.

“Kami benar-benar mempersiapkan penampilan ini dengan serius. Latihan dilakukan hampir setiap hari selama dua bulan terakhir. Anak-anak juga sangat disiplin dan punya semangat tinggi,” tambahnya.

Menurut Bayu, musik tradisional bukan hanya soal memainkan alat musik, tetapi juga bagaimana siswa mampu memahami makna budaya yang terkandung dalam setiap karya. Karena itu, para peserta tidak hanya dilatih teknik bermain musik, tetapi juga diajak memahami filosofi dari judul Menthik yang mereka bawakan.

“Lagu ini menggambarkan rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi anak-anak harus bisa menyampaikan pesan itu lewat penampilan mereka,” katanya.

Penampilan tim SMPN 1 Kencong semakin menarik karena dibawakan dengan penghayatan yang kuat dan kekompakan antar pemain musik tradisional seperti saron dan instrumen lainnya. Salah satu siswa yang menjadi sorotan adalah Syahdan, yang bertugas sebagai vokalis sekaligus pemukul saron dalam penampilan tersebut.

Syahdan mengaku sempat merasa gugup sebelum tampil di depan dewan juri dan peserta lain. Bahkan, ia mengatakan dirinya sempat ingin ke kamar kecil beberapa saat sebelum naik ke panggung karena rasa tegang yang dirasakan.

“Sebelum tampil tadi saya sempat gugup banget, sampai tiba-tiba mau pipis terus,” ucapnya sambil tersenyum.

Meski demikian, rasa gugup tersebut perlahan hilang ketika penampilan dimulai. Syahdan bersama timnya berhasil tampil percaya diri dan menunjukkan permainan musik tradisional yang stabil dari awal hingga akhir penampilan.

“Alhamdulillah hari ini kerja keras kami selama latihan seperti dibayar lunas. Penampilan tadi berjalan lancar dan maksimal tanpa ada kesalahan,” katanya penuh syukur.

Penampilan apik yang ditunjukkan tim SMPN 1 Kencong mendapat apresiasi dari penonton yang hadir di Aula SMPN 7 Jember. Suasana aula terasa hidup ketika alunan musik tradisional mulai dimainkan dan para pemain menunjukkan kekompakan yang baik di atas panggung.

Seleksi musik tradisional FLS3N tingkat Kabupaten Jember sendiri diikuti oleh berbagai SMP negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Masing-masing sekolah menampilkan karya terbaik mereka sebagai bentuk pelestarian budaya daerah sekaligus ajang pengembangan bakat siswa di bidang seni.

Ajang FLS3N menjadi wadah penting bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan seni yang mereka miliki. Selain menjadi kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan budaya tradisional kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman modern.

Bayu Marisko berharap kegiatan seperti FLS3N dapat terus menjadi motivasi bagi siswa untuk mencintai seni dan budaya lokal. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya bangsa agar tidak hilang ditelan zaman.

“Kami berharap anak-anak semakin mencintai budaya daerah dan terus semangat belajar seni tradisional. Ini adalah bagian dari identitas bangsa yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia juga berharap pengalaman mengikuti FLS3N dapat menjadi bekal berharga bagi siswa untuk terus berkembang dan percaya diri dalam menunjukkan bakat mereka.

“Menang atau kalah bukan yang utama. Yang paling penting adalah proses latihan, kerja keras, dan keberanian anak-anak untuk tampil membawa nama sekolah,” tambahnya.

Galeri Foto