logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Edukasi Pencegahan Kasus Sosial, Stunting dan DBD, Kelurahan Sumbersari Berdayakan Kader Posyandu untuk Lebih Waspada

  • 24 Juni 2026
  • Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
edukasi-pencegahan-kasus-sosial-stunting-dan-dbd-kelurahan-sumbersari-berdayakan-kader-posyandu-untuk-lebih-waspada-20260624

Edukasi Pencegahan Kasus Sosial, Stunting dan DBD, Kelurahan Sumbersari Berdayakan Kader Posyandu untuk Lebih Waspada

JEMBER, 24 JUNI 2026 – Komitmen untuk menciptakan generasi emas bebas stunting terus digalakkan di tingkat kelurahan. Pada Rabu, 24 Juni 2026 pagi, Kelurahan Sumbersari menggelar acara Pemberdayaan Kader Posyandu (PKP), "Pencegahan dan Penanganan Stunting" bertempat di Pendopo Kelurahan Sumbersari. Kegiatan edukatif ini dihadiri langsung oleh Ketua TP-PKK Kecamatan Sumbersari Erni Dwiyanti Deni, Lurah Sumbersari Bhatara Pragusta, bidan wilayah, serta unsur Tiga Pilar (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) setempat.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang didominasi oleh ibu-ibu kader posyandu. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini sekaligus pemantauan tumbuh kembang balita di wilayah masing-masing.

Lurah Sumbersari, Bhatara Pragusta, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya para kader, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di lingkungan warga. "Puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana telah memberikan banyak nikmat kepada kita semua. Dan tak lupa pula, saya ucapkan banyak terima kasih kepada ibu-ibu kader Kelurahan Sumbersari yang telah hadir pada pertemuan hari ini," ungkap Bhatara dengan penuh apresiasi saat membuka acara.

Kondisi Kelurahan Sumbersari yang menjadi pusat hunian bagi mahasiswa mendatangkan tantangan tersendiri bagi ketahanan keluarga. Ketua TP-PKK Kecamatan Sumbersari, Erni Dwiyanti Deni, memberikan atensi khusus mengenai isu sosial yang berdampak langsung pada sektor kesehatan ini.

"Kesehatan ibu hamil di wilayah Sumbersari ini harus menjadi perhatian ekstra kita bersama. Mengingat kelurahan ini merupakan pusatnya kamar kos bagi mahasiswa, para kader posyandu wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Banyaknya hunian kos yang tidak terkontrol dengan baik memicu kerentanan sosial, termasuk risiko pergaulan bebas yang mengakibatkan kehamilan di luar nikah. Fenomena ini tidak boleh kita abaikan, sebab kehamilan yang tidak direncanakan dan tanpa pendampingan medis yang layak sejak dini berpotensi besar melahirkan anak-anak yang mengalami stunting. Saya meminta kader PKK dan posyandu untuk aktif bersinergi dengan pemilik kos-kosan guna melakukan pengawasan lingkungan demi melindungi masa depan generasi muda dan kesehatan para ibu," tegas Erni secara mendalam.

Tantangan kesehatan lingkungan dan medis juga dikupas tuntas oleh Vergi selaku Bidan Wilayah Kelurahan Sumbersari. Fokus penanganannya tidak hanya bertumpu pada persoalan gizi kronis, melainkan juga mitigasi penyakit musiman yang merebak di masyarakat.

"Di lapangan, kita saat ini menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks, mulai dari maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga penanganan stunting yang membutuhkan intervensi berkelanjutan. Kunci utama memutus rantai stunting sebenarnya dimulai dari pengawalan ketat terhadap kesehatan ibu hamil sejak trimester pertama. Ibu hamil harus dipastikan mendapatkan asupan gizi seimbang, mengonsumsi suplemen penambah darah, serta rutin melakukan pemeriksaan. Jika penanganan dari masa kehamilan hingga pola asuh di 1.000 hari pertama kehidupan anak berjalan optimal, kita tidak hanya bisa menekan angka stunting secara drastis, tetapi juga membentengi anak-anak dari risiko penyakit lingkungan seperti DBD melalui penguatan imunitas dan kebersihan sekitar," urai Vergi panjang lebar.

Di penghujung acara, komitmen penanganan stunting ditunjukkan secara nyata melalui penyerahan bantuan secara simbolis berupa paket susu formula nutrisi dan biskuit tambahan kepada sejumlah ibu dan balita yang hadir.

Kehadiran Tiga Pilar Kelurahan Sumbersari turut memastikan seluruh jalannya acara pemberdayaan berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran. (dan)

Galeri Foto