logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Kelangkaan LPG Subsidi, Pemkab Jember Perkuat Koordinasi

  • 20 April 2026
  • Dibaca 176 Kali
Bagikan Via:
kelangkaan-lpg-subsidi-pemkab-jember-perkuat-koordinasi-20260421

Kelangkaan LPG Subsidi, Pemkab Jember Perkuat Koordinasi

JEMBER, 20 APRIL 2026 — Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Diskopumdag) menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk membahas kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) subsidi di wilayah Kabupaten Jember. Kegiatan yang berlangsung di aula Diskopumdag, Senin 20 April 2026, tersebut melibatkan sejumlah instansi lintas sektor dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

Rakor dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jember, perwakilan Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Pemuda dan Olahraga, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP), Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur.

Rakor tersebut digelar sebagai respons atas kelangkaan LPG 3 kg subsidi yang dikenal masyarakat sebagai gas melon, yang dikeluhkan dalam beberapa waktu terakhir. Kelangkaan ini dinilai berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah yang bergantung pada ketersediaan energi bersubsidi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, mengatakan bahwa forum tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi sumber permasalahan secara menyeluruh. Pemerintah daerah, berupaya memastikan apakah kelangkaan terjadi akibat keterbatasan pasokan atau adanya kendala dalam rantai distribusi di lapangan.

“Tujuan kegiatan ini untuk mencari tahu ada distorsi di rantai distribusi mana, sehingga dapat diuraikan dan diketahui akar persoalannya,” ujarnya.

Ratno menegaskan, LPG 3 kg merupakan komoditas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, distribusinya harus tepat sasaran dan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap dapat mengidentifikasi akar penyebab kelangkaan LPG 3 kg subsidi secara komprehensif. Hasil koordinasi lintas sektor tersebut diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan langkah strategis guna menjamin ketersediaan LPG bagi masyarakat serta menjaga stabilitas distribusi di Kabupaten Jember. (za)

Galeri Foto