Empat Inovasi Unggulan Kaliwates Hadir di Jalan Sehat HUT RI ke-81, Dikemas Kreatif Lewat Maskot Kardus
- 14 September 2026
- Dibaca 85 Kali
Bagikan Via:
Empat Inovasi Unggulan Kaliwates Hadir di Jalan Sehat HUT RI ke-81, Dikemas Kreatif Lewat Maskot Kardus
KALIWATES — Jalan Sehat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Kelurahan Kaliwates, Minggu (13 September 2026), di GOR GARUDA, Jalan Teratai, tidak hanya menjadi momentum olahraga dan hiburan masyarakat. Di tengah semarak ribuan peserta, Kelurahan Kaliwates juga memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang edukasi publik dengan memperkenalkan empat program inovasi unggulan kelurahan yang selama ini dikembangkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Uniknya, empat program tersebut tidak sekadar diperkenalkan melalui spanduk atau papan informasi. Kelurahan Kaliwates menghadirkan empat maskot berbahan kardus yang masing-masing merepresentasikan program inovasi. Maskot tersebut dibawa dan diperkenalkan oleh empat pemuda Karang Taruna Kelurahan Kaliwates di tengah keramaian peserta jalan sehat.
Cara kreatif tersebut sengaja dipilih agar program-program inovasi Kelurahan Kaliwates lebih mudah dikenali, diingat dan dipahami masyarakat. Di tengah suasana jalan sehat yang penuh kegembiraan, maskot-maskot tersebut menjadi media komunikasi visual yang menarik perhatian sekaligus membawa pesan bahwa pelayanan publik, kesehatan, kesejahteraan dan kepedulian lingkungan dapat dibangun melalui inovasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.
Keempat program tersebut adalah Mancing Shok-Shok, SIMPEL-WA, CINTA SI-PEKA dan SAMPAH PINTAR. Masing-masing memiliki fokus berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan solusi praktis dan partisipatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta kesejahteraan masyarakat Kelurahan Kaliwates.
1. Mancing Shok-Shok: Mengubah Saluran Air Menjadi Ruang Edukasi Lingkungan
Program pertama adalah Mancing Shok-Shok, sebuah inovasi yang menggabungkan kegiatan rekreasi, kebersamaan warga sekaligus edukasi kepedulian terhadap lingkungan.
Istilah shok-shok merujuk pada selokan, saluran air atau sungai kecil yang dalam penggunaan masyarakat setempat dikenal dengan istilah tersebut. Melalui program ini, saluran air yang sebelumnya berpotensi dipandang sebagai kawasan biasa bahkan kumuh, didorong untuk dimanfaatkan dan ditata bersama warga menjadi destinasi lokasi lomba memancing ikan air tawar.
Jenis ikan yang digunakan antara lain lele, nila dan tawes. Namun, inti program bukan semata-mata kegiatan memancing. Justru di balik aktivitas rekreasi tersebut terdapat pesan lingkungan yang kuat.
Ketika sebuah shok-shok ditata menjadi lokasi kegiatan masyarakat, warga secara langsung diajak memahami bahwa saluran drainase juga merupakan bagian penting dari lingkungan yang harus dijaga. Tidak boleh menjadi tempat pembuangan sampah, tidak boleh dibiarkan kumuh dan harus dirawat agar tetap bersih serta indah.
Dengan pendekatan yang menyenangkan, edukasi lingkungan diharapkan tidak berhenti pada imbauan, tetapi tumbuh dari pengalaman langsung masyarakat.
Program Mancing Shok-Shok saat ini telah terlaksana di RW 07, RW 04 dan RW 18 Kelurahan Kaliwates.
2. SIMPEL-WA: Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Mudah
Inovasi kedua adalah SIMPEL-WA, kependekan dari Melayani Administrasi Melalui WhatsApp. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki kesibukan dan kesulitan meluangkan waktu untuk datang langsung ke kantor kelurahan.
Melalui SIMPEL-WA, masyarakat cukup menyiapkan dokumen persyaratan yang diperlukan, kemudian memotret dokumen tersebut dan mengirimkannya melalui WhatsApp kepada petugas pelayanan Kelurahan Kaliwates.
Berkas kemudian diperiksa dan diproses. Setelah pelayanan selesai, hasilnya juga dapat disampaikan melalui balasan WhatsApp. Dengan demikian, warga memperoleh kemudahan karena tidak selalu harus datang langsung ke kantor kelurahan hanya untuk menyampaikan berkas atau menanyakan perkembangan pelayanan.
Inovasi ini juga memberikan fleksibilitas dalam penyampaian berkas karena masyarakat dapat mengirimkan dokumen melalui WhatsApp tanpa harus menyesuaikan diri dengan waktu perjalanan menuju kantor kelurahan.
Dampaknya cukup signifikan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, SIMPEL-WA telah memberikan pelayanan administrasi kependudukan sebanyak 300 layanan yang meliputi KTP, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, akta kematian, serta pindah domisili.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi sederhana melalui WhatsApp dapat menjadi jembatan pelayanan antara pemerintah kelurahan dengan masyarakat.
3. CINTA SI-PEKA: Ayam Petelur untuk Balita Stunting
Program ketiga adalah CINTA SI-PEKA, yang memiliki konsep ayam petelur untuk balita stunting. Program ini menggabungkan pemberdayaan keluarga, peternakan skala rumah tangga dan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak.
Dalam program ini, keluarga penerima memperoleh paket koloni ayam petelur jenis Kuntara sebanyak lima ekor, terdiri atas satu ekor jantan dan empat ekor betina.
Konsepnya tidak berhenti pada pemberian bantuan ternak. Ketika ayam telah produktif dan menghasilkan telur, penerima diharapkan dapat berbagi sebagian hasil telur kepada balita stunting melalui kader Posyandu.
Dengan pola tersebut, bantuan tidak hanya menjadi aset produktif bagi keluarga penerima, tetapi juga diharapkan menciptakan manfaat sosial bagi lingkungan sekitarnya.
Program ini telah dikembangkan melalui kerja sama dengan Lazismu Jember dan saat ini telah tersebar lima paket koloni ayam petelur, masing-masing berada di RW 01, RW 04, RW 05, RW 06 dan RW 17 Kelurahan Kaliwates.
CINTA SI-PEKA sekaligus menunjukkan bahwa penanganan persoalan gizi dan stunting dapat dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Keluarga penerima tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan sumber pangan bergizi secara mandiri sekaligus berbagi dengan keluarga lain yang membutuhkan.
4. SAMPAH PINTAR: Sampah Organik Diolah dari Rumah
Sementara program keempat adalah SAMPAH PINTAR, atau Pengelolaan Sampah Mandiri Keluarga.
Program ini mengedukasi masyarakat agar mulai mengelola sampah organik yang dihasilkan dari rumah tangga secara mandiri. Warga diberikan pemahaman bahwa pengolahan sampah tidak harus menggunakan satu metode yang sama untuk semua keluarga.
Metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kesukaan, kemampuan dan ketersediaan lahan masing-masing rumah. Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan sampah menjadi lebih realistis dan mudah diterapkan.
Untuk mendukung edukasi secara langsung, Kelurahan Kaliwates juga telah menyediakan Kebun Kompos di RW 06 sebagai lokasi pembelajaran masyarakat. Di tempat tersebut warga dapat melihat dan belajar secara langsung mengenai berbagai cara mengolah sampah organik dengan baik dan benar sesuai kondisi lingkungan yang dimiliki.
Kebun Kompos menjadi semacam ruang belajar terbuka bagi masyarakat. Warga tidak hanya menerima teori, tetapi dapat melihat praktik pengolahan sampah organik dan kemudian menyesuaikannya dengan kondisi rumah masing-masing.
Maskot Kardus, Cara Kreatif Mendekatkan Inovasi kepada Masyarakat
Penggunaan maskot berbahan kardus dalam Jalan Sehat HUT RI ke-81 menjadi bagian menarik dari strategi komunikasi Kelurahan Kaliwates.
Empat pemuda Karang Taruna membawa masing-masing maskot yang merepresentasikan empat inovasi tersebut berkeliling di tengah masyarakat. Cara ini membuat program kelurahan hadir dalam bentuk yang lebih ringan, komunikatif dan mudah dikenali.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penyampaian informasi pelayanan publik tidak harus selalu formal. Dengan kreativitas generasi muda, program pemerintah dapat dikemas menjadi sesuatu yang menarik sehingga masyarakat lebih mudah mengenal dan memahami manfaatnya.
Keempat inovasi itu pun mewakili empat kebutuhan penting masyarakat: lingkungan melalui Mancing Shok-Shok, kemudahan pelayanan melalui SIMPEL-WA, kesehatan dan gizi melalui CINTA SI-PEKA, serta pengelolaan sampah melalui SAMPAH PINTAR.
Diharapkan Menjangkau 18 RW dan 70 RT
Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., M.M., berharap keempat inovasi tersebut tidak berhenti sebagai program percontohan di beberapa wilayah saja. Ke depan, program diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada seluruh masyarakat.
“Kami berharap empat inovasi ini terus berkembang dan benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Kaliwates memiliki 18 RW dan 70 RT, sehingga kami ingin inovasi ini dapat berkembang secara merata, tentunya dengan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat,” ujar Abdul Khamil.
Menurutnya, keberhasilan program kelurahan tidak mungkin hanya mengandalkan aparatur pemerintahan. Dibutuhkan keterlibatan warga, pemuda, pengurus RT/RW, kader Posyandu, tokoh masyarakat dan seluruh unsur yang ada di Kelurahan Kaliwates.
Khusus dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan keluarga, keberadaan 70 kader Posyandu dari 14 Posyandu se-Kelurahan Kaliwates menjadi kekuatan penting untuk memastikan program berbasis masyarakat dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata.
“Kami juga ingin memperkuat kolaborasi dengan 70 kader Posyandu yang tersebar di 14 Posyandu. Mereka memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, terutama dalam persoalan kesehatan keluarga dan balita. Dengan kolaborasi seperti ini, program tidak hanya menjadi milik kelurahan, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat,” tambahnya.
Inovasi sebagai Gerakan Bersama
Empat program inovasi tersebut memperlihatkan pendekatan Kelurahan Kaliwates yang mencoba menghadirkan solusi melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Mancing Shok-Shok mengajarkan bahwa saluran air dapat menjadi ruang rekreasi sekaligus sarana edukasi lingkungan. SIMPEL-WA membuktikan bahwa teknologi sederhana dapat memangkas jarak pelayanan pemerintah dengan masyarakat. CINTA SI-PEKA menghubungkan pemberdayaan ekonomi keluarga dengan kepedulian terhadap pemenuhan gizi balita. Sementara SAMPAH PINTAR mengajak keluarga mengambil peran langsung dalam menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya.
Penampilan empat maskot kardus dalam Jalan Sehat HUT RI ke-81 akhirnya bukan sekadar atraksi tambahan di tengah pesta rakyat. Di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan pesan bahwa inovasi pelayanan publik harus mudah dikenal, mudah dipahami dan yang paling penting, mudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dari GOR GARUDA, semangat itu diperkenalkan kepada warga melalui kreativitas para pemuda Karang Taruna. Harapannya, dari satu RW ke RW berikutnya, dari satu RT ke RT lainnya, empat inovasi tersebut terus tumbuh menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Kaliwates yang semakin melayani, sehat, sejahtera, peduli lingkungan dan semakin Melesat.
Melayani dengan inovasi, bergerak bersama masyarakat, dan menghadirkan manfaat nyata—Kaliwates Melesat, Semua Karena Cinta.