Festival Egrang XIV Tanoker Diundur ke 8 Agustus, Siap Padukan Parade Budaya dan Peresmian Desa RBI
- 09 Juli 2026
- Dibaca 203 Kali
Bagikan Via:
Festival Egrang XIV Tanoker Diundur ke 8 Agustus, Siap Padukan Parade Budaya dan Peresmian Desa RBI
JEMBER, 09 JULI 2026 - Pemerintah Kecamatan Ledokombo menyatakan dukungan penuh terhadap penyesuaian jadwal pelaksanaan Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo. Agenda tahunan yang semula direncanakan berlangsung pada 1 Agustus 2026 ini, secara resmi digeser ke hari Sabtu, 8 Agustus 2026.
Langkah strategis ini diambil berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor untuk menjaga kualitas penyelenggaraan. Selain itu, penyesuaian ini memastikan kehadiran para pemangku kepentingan kunci, baik dari tingkat nasional maupun internasional.
Keputusan tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi lanjutan kepanitiaan di Aula Kesenian Tanoker Ledokombo, Rabu 08 Juli 2026. Forum ini dihadiri oleh Camat Ledokombo, jajaran panitia Festival Egrang, pemerintah desa, serta elemen masyarakat terkait.
Ketua Tanoker Ledokombo, Dra. Farha Abdul Kadir Assegaf, M.Si., menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini merespons arahan Pemerintah Kabupaten Jember. Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Jember menyarankan penjadwalan ulang agar tidak berbenturan dengan Jember Kota Cerutu Festival.
"Kami langsung membangun komunikasi ulang dengan Kementerian PPPA, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Konsulat Australia di Surabaya, hingga jaringan undangan dari Eropa dan Amerika. Alhamdulillah, semua pihak tetap berkomitmen hadir pada 8 Agustus nanti," ujar Farha.
Farha menambahkan, penundaan ini justru membawa berkah tersendiri bagi penguatan substansi acara. Berdasarkan koordinasi daring dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), kehadiran jajaran kementerian diharapkan membawa dampak konkret yang lebih luas bagi warga lokal.
Salah satu terobosan yang disiapkan adalah peresmian Program Desa RBI (Ruang Bersama Indonesia) di Kecamatan Ledokombo. Desa Sumberlesung dan Desa Sumbersalak saat ini tengah dikaji secara intensif untuk diusulkan sebagai pelopor program pemberdayaan tersebut.
Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa Festival Egrang telah berevolusi menjadi identitas sekaligus media promosi strategis daerah. Oleh karena itu, perubahan jadwal ini harus disikapi optimis dengan meningkatkan kesiapan teknis di lapangan.
"Festival Egrang bukan lagi sebatas ruang pelestarian permainan tradisional, melainkan panggung pendidikan karakter anak dan penguat gotong royong warga. Kehadiran para menteri dan tamu asing adalah kehormatan yang harus kita jawab dengan gotong royong yang solid," tegas Nino.
Sebagai catatan, Menteri PPPA RI Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., dijadwalkan hadir langsung. Pihak kecamatan kini fokus mematangkan manajemen arus lalu lintas, penataan parkir, protokol VVIP, hingga kebersihan lingkungan.
Melalui festival ini, Pemerintah Kecamatan Ledokombo ingin membuktikan bahwa nilai-nilai filosofis egrang—seperti keberanian, keseimbangan, dan sportivitas—tetap relevan sebagai fondasi pembangunan karakter generasi muda di era modern.
Melalui komitmen bersama yang lahir dari rapat koordinasi ini, Festival Egrang XIV diproyeksikan tidak hanya sukses sebagai pesta budaya tahunan, tetapi juga menegaskan posisi Ledokombo sebagai kecamatan ramah anak yang inklusif dan berdaya saing global. (yus)