Forum Anak Usulkan SSB hingga Pelatihan Keterampilan, Wuluhan Perkuat Desa Layak Anak
- 30 Juni 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
Forum Anak Usulkan SSB hingga Pelatihan Keterampilan, Wuluhan Perkuat Desa Layak Anak
JEMBER, 30 JUNI 2026 – Pemerintah Kecamatan Wuluhan menyerap berbagai aspirasi anak melalui kegiatan Sambung Rasa Forum Anak bertema "Bersatu dalam Suara, Bergerak dalam Aksi Nyata" di Pendopo Kecamatan Wuluhan, Kamis, 25 Juni 2026. Dalam forum tersebut, sejumlah usulan mengemuka, mulai dari pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB), pembinaan karakter di sekolah, hingga penyediaan pelatihan keterampilan bagi anak dan remaja sebagai upaya mendukung terwujudnya desa layak anak.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB itu dihadiri Camat Wuluhan Hanifah, S.Pt., M.Si., Bidang Perlindungan Anak Sugeng Riyadi, S.E., Forum Anak Kabupaten Jember, serta perwakilan Forum Anak desa se-Kecamatan Wuluhan. Forum dialog tersebut digelar sebagai wadah partisipasi anak untuk menyampaikan pandangan dan kebutuhan mereka sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam merumuskan program yang lebih ramah anak.
Salah satu aspirasi disampaikan Zidni, perwakilan Forum Anak Desa Dukuhdempok yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengusulkan agar di desanya dibentuk Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat di bidang olahraga sekaligus memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif.
Aspirasi lain datang dari Alvin, anggota Forum Anak Desa Ampel yang aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tingkat SMP. Berdasarkan pengalamannya sebagai pengurus OSIS, ia menilai penegakan disiplin di sekolah akan lebih efektif apabila dilakukan melalui pembinaan, keteladanan, dan komunikasi yang baik, bukan dengan pemberian hukuman yang bersifat keras.
Sementara itu, Rama Ali Mashari dari Forum Anak Desa Kesilir menyampaikan gagasannya saat mendapat pertanyaan mengenai program yang akan dijalankan apabila dipercaya menjadi kepala desa. Menurutnya, pembangunan desa harus memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan potensi anak.
“Jika saya menjadi kepala desa, saya akan mewujudkan desa layak anak dengan memberikan pelatihan dan bimbingan kepada anak-anak. Mereka tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga mendapatkan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan agar kemampuan soft skill dan hard skill dapat berkembang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Vannes, anggota Forum Anak Desa Tanjungrejo juga finalis Gus Ning Jember. Ia mengatakan Forum Anak tidak hanya berperan sebagai penyampai aspirasi, tetapi juga telah terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan di tingkat desa.
“Selama ini Forum Anak dilibatkan dalam sejumlah kegiatan desa. Dari keterlibatan tersebut kami berusaha memberikan kontribusi nyata sesuai kemampuan yang dimiliki,” katanya.
Bidang Perlindungan Anak Sugeng Riyadi mengatakan partisipasi anak merupakan salah satu unsur penting dalam pemenuhan hak anak. Menurutnya, forum dialog menjadi media untuk memastikan suara anak dapat didengar dan dipertimbangkan dalam proses penyusunan kebijakan maupun program pembangunan.
Sementara itu, Camat Wuluhan Hanifah mengapresiasi keberanian para peserta dalam menyampaikan pendapat dan gagasan. Ia menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan tidak akan berhenti sebagai bahan diskusi, melainkan akan menjadi masukan bagi pemerintah kecamatan dalam memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait.
"Anak-anak memiliki hak untuk didengar dan dilibatkan dalam pembangunan. Aspirasi yang muncul hari ini menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menyusun program yang mendukung tumbuh kembang anak serta mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak di Kecamatan Wuluhan," ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Wuluhan berharap forum serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar partisipasi anak dalam proses pembangunan semakin meningkat. Berbagai usulan yang disampaikan akan dikaji bersama pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait sebagai bahan penyusunan program yang sesuai dengan kebutuhan anak di masing-masing wilayah. Dengan demikian, keberadaan Forum Anak tidak hanya menjadi wadah penyampaian aspirasi, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam mendukung terwujudnya desa layak anak di Kecamatan Wuluhan. (riz)