logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Forum Rembuk Relawan Bencana di Jember Sepakati Pembentukan Satgas Mitigasi Danau Tunjung Lereng Argopuro

  • 09 Februari 2026
  • Dibaca 408 Kali
Bagikan Via:
forum-rembuk-relawan-bencana-di-jember-sepakati-pembentukan-satgas-mitigasi-danau-tunjung-lereng-argopuro-20260209

Forum Rembuk Relawan Bencana di Jember Sepakati Pembentukan Satgas Mitigasi Danau Tunjung Lereng Argopuro

Upaya penguatan mitigasi bencana di wilayah lereng Gunung Argopuro, khususnya kawasan Danau Tunjung, terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Jember bersama lintas sektor dan relawan kebencanaan. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Forum Rembuk Relawan Bencana (FRRB) yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Jember pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kantor BPBD Kabupaten Jember, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi dan diskusi strategis guna merespons potensi ancaman bencana hidrometeorologi dan geologi di kawasan hulu dan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Kaliputih.

Forum Rembuk Relawan Bencana dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari BPBD Kabupaten Jember, Polres Jember, Kodim 0824 Jember, Bakorwil V Jember, hingga Perum Perhutani KPH Jember dan BKSDA Wilayah III Jember. Selain itu, hadir pula perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, DPRKPLH, organisasi relawan SAR OPA, APGI, dan WJPB. Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir pada pukul 23.00 WIB ini dilaksanakan berdasarkan Surat Undangan BPBD Kabupaten Jember Nomor 005/0345/416/2026. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam penguatan mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Dalam forum tersebut, sejumlah pemaparan disampaikan oleh para narasumber terkait kondisi terkini Danau Tunjung dan potensi risiko yang menyertainya. Perwakilan APGI, Ajib Muzakki, menyampaikan adanya material guguran dan kondisi tanah labil di sepanjang aliran setelah Danau Tunjung yang berpotensi memicu banjir bandang apabila terjadi pembendungan aliran sungai. Kepala BKSDA Wilayah III Jember, Purwantono, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan lapangan serta mendorong kolaborasi mitigasi bersama BPBD. Ia juga menyampaikan bahwa rencana survei lapangan oleh Mapala UNEJ pada pertengahan Januari lalu belum dapat dilaksanakan karena kondisi medan yang tidak memungkinkan.

Sejumlah masukan strategis juga datang dari Bakorwil V Jember, Polres Jember, Dinas Kehutanan, hingga relawan SAR. Bakorwil V Jember menyatakan kesiapan untuk mengoordinasikan hasil forum kepada Gubernur Jawa Timur. Sementara itu, Polres Jember menekankan pentingnya pengecekan DAS oleh para ahli serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat sekitar kawasan rawan. Dari hasil pengecekan lapangan yang disampaikan perwakilan masyarakat Baderan, diketahui bahwa retakan tanah yang sebelumnya diinformasikan sepanjang ratusan meter kini terkonfirmasi hanya sekitar dua meter, serta debit air Danau Tunjung mengalami penurunan.

Forum rembuk ini menghasilkan kesimpulan penting berupa kesepakatan pembentukan satuan tugas (satgas) lintas sektor untuk melakukan rencana operasi Danau Tunjung. Satgas ini bertujuan memperoleh data faktual bersama, menilai tingkat kerawanan secara kolektif, dan menyusun langkah mitigasi berbasis kajian lapangan. Operasi bersama tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada akhir April 2026 dengan dukungan penuh dari instansi pemerintah, relawan, dan tim ahli. BPBD Kabupaten Jember menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan dalam mengedepankan pencegahan dan kesiapsiagaan demi melindungi masyarakat dari potensi bencana di kawasan lereng Gunung Argopuro.

Galeri Foto