logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Gaet Investasi Pengelolaan Sampah Rp 2 Triliun, Bupati Optimistis Jember Bakal Jadi Kota Penyangga Tapal Kuda

  • 27 Juni 2026
  • Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
gaet-investasi-pengelolaan-sampah-rp-2-triliun-bupati-optimistis-jember-bakal-jadi-kota-penyangga-tapal-kuda-20260628

Gaet Investasi Pengelolaan Sampah Rp 2 Triliun, Bupati Optimistis Jember Bakal Jadi Kota Penyangga Tapal Kuda

JEMBER, 27 JUNI 2026 – Kabupaten Jember bersiap menyambut era baru pengelolaan lingkungan hidup sekaligus kebangkitan ekonomi daerah. Kabar baik ini menyusul adanya komitmen investor yang siap menanamkan modal fantastis senilai Rp2 triliun untuk pembangunan pabrik pengelolaan sampah modern di wilayah tersebut.

Langkah strategis ini diyakini mampu mengembalikan posisi tawar Kabupaten Jember sebagai daerah penyangga utama bagi kabupaten-kabupaten di wilayah Tapal Kuda dan Sekar Kijang. Dengan kapasitas pabrik yang masif, Jember diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah regional yang akan menampung dan mengolah limbah dari daerah sekitar, seperti Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.

"Ini akan menjadi tonggak kebangkitan Kabupaten Jember sebagai daerah penyangga di wilayah Tapal Kuda, terutama dalam pengelolaan sampah. Nantinya, sampah-sampah tersebut akan diolah menjadi berbagai bahan yang bermanfaat, seperti sumber energi dan beberapa produk turunan lainnya," ujar Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., saat mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, Sabtu 27 Juni 2026, usai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Jember.

Kehadiran pabrik berbasis teknologi tinggi ini tidak hanya menjadi solusi konkret atas isu lingkungan, tetapi juga diproyeksikan menjadi mesin baru pem pemacu Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pengelolaan fasilitas ini nantinya akan dikelola di bawah naungan Badan Layanan Usaha (BLU), sehingga manajemennya dinilai akan lebih fleksibel, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Bupati Fawait menegaskan bahwa proyeksi besar ini membutuhkan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat. "Nanti setelah pabrik pengelolaan sampah berdiri, tidak akan ditemukan lagi sampah yang berserakan. Namun, hal ini juga harus diimbangi dengan kesadaran pemilahan sampah dari hulu, yaitu yang dilakukan oleh masyarakat sejak dari rumah," tutur Bupati.

Menepis kekhawatiran publik terkait potensi dampak lingkungan, Bupati menjamin operasional pabrik akan menggunakan teknologi ramah lingkungan yang minim polusi. Alih-alih menjadi kawasan yang dihindari, area sekitar pabrik justru dirancang untuk memberikan multiplier effect bagi sektor lain.

"Ibarat orang membakar sate, aroma dari proses pengelolaan pada pabrik sampah nanti akan dikelola dengan sangat baik sehingga tidak mengganggu. Tempat ini bahkan akan dikembangkan menjadi destinasi wisata tersendiri, mulai dari wisata edukasi hingga pusat perputaran ekonomi UMKM lokal," pungkas Bupati. (al)

Galeri Foto