Gelombang Tiga Meter Hambat Pencarian Tiga Nelayan Hilang di Pantai Paseban
- 20 Agustus 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Gelombang Tiga Meter Hambat Pencarian Tiga Nelayan Hilang di Pantai Paseban
JEMBER, 20 AGUSTUS 2026 - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap tiga nelayan yang hilang dalam kecelakaan laut di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, memasuki hari kedua, Kamis 20 Agustus 2026. Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian di laut dan sepanjang garis pantai, namun hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB, ketiga korban belum ditemukan.
Tiga nelayan yang masih dalam pencarian masing-masing Mujai (58), Moh. Sholihin (34), dan Samsul (45). Ketiganya merupakan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger. Sementara satu korban lainnya, Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Satu korban lainnya, Samino (65), warga Desa Puger Wetan, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Kecelakaan bermula ketika perahu jenis jaringan bernama Pantes berangkat dari Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa 18 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Perahu tersebut menuju perairan Meleman untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan membawa lima orang, terdiri atas seorang nakhoda dan empat ABK.
Setelah melakukan aktivitas mencari ikan, perahu kemudian bertolak kembali menuju Puger. Sekitar pukul 02.00 WIB, perahu menepi di sekitar perairan Paseban setelah awak kapal melihat cahaya yang diduga berasal dari perahu nelayan lainnya.
Namun, saat berada di sekitar perairan tersebut, perahu tiba-tiba dihantam gelombang dari sisi kanan. Hantaman ombak menyebabkan lambung kanan perahu mengalami kebocoran hingga akhirnya perahu terbalik. Kelima nelayan kemudian tercebur ke laut dan terpisah.
Memasuki hari kedua pencarian, TRC-PB BPBD Kabupaten Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Tim kemudian bergabung dengan unsur SAR lainnya untuk melakukan briefing serta menyusun rencana dan pembagian tugas pencarian.
Operasi dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan pencarian secara visual di atas permukaan laut menggunakan rubber boat milik Basarnas. Sementara SRU 2 melakukan penyisiran di sepanjang Pantai Paseban dengan jarak sekitar tiga kilometer.
Selain melakukan pencarian, TRC-PB BPBD Jember turut memberikan dukungan kepada personel yang terlibat dalam operasi melalui distribusi paket tambahan gizi dan paket sembako. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan tim selama pelaksanaan operasi SAR.
Namun, proses pencarian menghadapi kendala kondisi cuaca dan gelombang laut yang cukup tinggi. Gelombang di lokasi dilaporkan mencapai sekitar tiga meter sehingga membatasi pergerakan tim dan menyulitkan pencarian di wilayah laut.
Iwan Mujiartono, anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, mengatakan tim gabungan telah melakukan pencarian melalui beberapa metode untuk memperluas jangkauan operasi.
“Pencarian hari kedua dilakukan dengan penyisiran di laut menggunakan rubber boat serta penyisiran sepanjang Pantai Paseban. Namun, kondisi gelombang yang mencapai sekitar tiga meter menjadi salah satu kendala dalam pencarian di laut,” ujar Iwan.
Menurutnya, meskipun hasil pencarian hari kedua masih nihil, upaya pencarian terhadap tiga korban akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan seluruh personel di lapangan.
“Operasi SAR akan dilanjutkan besok dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan dan faktor keselamatan tim. Kami berharap tiga korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” tambahnya.
Operasi SAR hari kedua dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB dengan hasil nihil. Tim gabungan selanjutnya akan kembali melakukan pencarian pada Jumat 21 Agustus 2026.
Pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Relawan Barat Daya, Relawan Kencong, Polairud Polres Jember, serta masyarakat. Tim gabungan akan kembali menyusun strategi pencarian berdasarkan kondisi cuaca, arus dan gelombang laut serta perkembangan informasi di lapangan.
BPBD Jember juga merekomendasikan pengiriman personel TRC-PB untuk mendukung operasi SAR lanjutan serta pemberian bantuan logistik kepada keluarga korban. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu proses pencarian sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang masih menunggu kabar mengenai keberadaan tiga nelayan tersebut.
Hingga Kamis malam, tiga nelayan asal Desa Mojosari, Kecamatan Puger, yakni Mujai, Moh. Sholihin, dan Samsul, masih dinyatakan dalam pencarian. Tim SAR gabungan memastikan operasi akan dilanjutkan pada hari ketiga dengan mengutamakan keselamatan personel dan efektivitas pencarian di tengah kondisi laut yang masih perlu diwaspadai. (bob)