Gubuk Penyimpanan Rosokan di TPS Kebonsari Terbakar, Lurah Segera Kontak dengan Damkar
- 07 Juni 2026
- Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
Gubuk Penyimpanan Rosokan di TPS Kebonsari Terbakar, Lurah Segera Kontak dengan Damkar
JEMBER, 07 JUNI 2026 – Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayah Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Sabtu, 06 Juni 2026. Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga setelah kepulan asap hitam membumbung tinggi dari lokasi kejadian yang berada di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus warga Tionghoa di tepi sungai.
Berbeda dengan informasi yang sempat beredar sebelumnya, yang terbakar bukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan sejumlah gubuk yang digunakan untuk menyimpan barang-barang rosokan hasil pemilahan sampah di area TPS. Lokasi kejadian juga berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga tidak sampai mengancam rumah penduduk di sekitarnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar karena material yang tersimpan di dalam gubuk didominasi barang-barang mudah terbakar seperti plastik, kertas, dan berbagai jenis barang bekas hasil pemilahan sampah.
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jember yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Sejumlah armada diterjunkan guna mencegah api merembet ke area lain di sekitar TPS.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Selain banyaknya material yang mudah terbakar, petugas juga harus memastikan tidak ada titik api yang tersisa di antara tumpukan barang rosokan. Setelah berjibaku selama lebih dari tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 20.30 WIB.
Lurah Kebonsari, Edi Harianto, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan sejumlah pihak terkait begitu menerima informasi adanya kebakaran tersebut.
“Kami bersyukur lokasi kebakaran berada cukup jauh dari kawasan permukiman sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung bagi warga. Meski demikian, kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan hingga proses pemadaman selesai,” ujarnya.
Edi menambahkan, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam pengelolaan sampah dan penyimpanan barang-barang hasil pemilahan yang memiliki potensi mudah terbakar.
“Ke depan kami akan melakukan evaluasi bersama pengelola TPS agar aspek keselamatan dan mitigasi kebakaran semakin diperhatikan. Yang terpenting saat ini tidak ada korban jiwa dan situasi sudah dapat dikendalikan,” tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Petugas masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut. Sementara itu, kondisi di lokasi telah dinyatakan aman setelah proses pendinginan selesai dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran. (sar)