logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Mumbulsari

Gus Fawait Kunjungan ke Puskesmas Mumbulsari, Tekankan Ruang Perawatan Harus Lebih Baik

  • 08 April 2026
  • Dibaca 168 Kali
Bagikan Via:
gus-fawait-kunjungan-ke-puskesmas-mumbulsari-tekankan-ruang-perawatan-harus-lebih-baik-20260409

Gus Fawait Kunjungan ke Puskesmas Mumbulsari, Tekankan Ruang Perawatan Harus Lebih Baik

JEMBER, 08 APRIL 2026 – Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, memberikan instruksi tegas kepada jajaran tenaga kesehatan di Kabupaten Jember. Hal ini disampaikan usai dirinya meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Mumbulsari, yang menjadi salah satu agenda dalam rangkaian program Bupati Ngantor di Desa Kecamatan Mumbulsari.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait menekankan bahwa fasilitas publik, terutama puskesmas, harus memberikan prioritas utama pada kenyamanan pasien di atas kepentingan birokrasi atau estetika ruang kerja pejabat.

Gus Fawait menyatakan tidak ingin lagi mendengar adanya ketimpangan fasilitas di dalam lingkungan puskesmas. Ia menyoroti kecenderungan ruang perkantoran atau ruang pimpinan yang terkadang jauh lebih representatif dibandingkan ruang perawatan.

"Saya titip tadi, tempat yang paling baik di puskesmas adalah ruang perawatan, baik rawat jalan maupun rawat inap. Saya tidak mau ruangan aula lebih baik dibanding ruang pasien. Saya tidak mau ruang Kepala Puskesmas lebih bagus dibanding ruang pasien," ujar Gus Fawait dalam wawancara di Puskesmas Mumbulsari, Selasa 07 April 2026.

Menurutnya, memiliki aula atau ruang kepala puskesmas yang bagus adalah hal yang wajar, namun standar kelayakannya tidak boleh melampaui standar ruang rawat. "Boleh ruang aula bagus, ruang kepala puskesmas bagus, boleh. Tapi ruang rawat pasien harus lebih bagus lagi," tegasnya didampingi anggota DPRD Kabupaten Jember, Siswono.

Selain masalah fisik bangunan, sektor pelayanan menjadi poin krusial yang dibahas. Gus Fawait meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan briefing total kepada seluruh staf puskesmas agar mengubah citra pelayanan kesehatan di Jember yang selama ini sering dianggap kurang ramah oleh masyarakat.

"Tidak boleh lagi pelayanan di puskesmas imagenya tidak ramah atau imagenya kurang baik. Tadi kesehatan sudah mem-briefing semuanya agar standar pelayanan kita lebih humanis," kata dia.

Isu krusial lain yang diangkat Bupati dalam rangkaian Bunga Desaku ini adalah tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Jember. Gus Fawait menginstruksikan jajaran Puskesmas Mumbulsari dan puskesmas lainnya untuk bertindak cepat jika menemukan pasien dengan risiko tinggi.

Ia menegaskan tidak ingin ada hambatan birokrasi dalam proses rujukan yang dapat mengancam nyawa pasien. Untuk menjamin hal tersebut, Gus Fawait mengaku telah mempertemukan pihak puskesmas dengan tiga direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik pemerintah kabupaten.

"Jangan ada prosedur yang mbulet (berbelit-belit). Penanganan harus cepat agar Sehingga angka kematian ibu dan bayi kami harapkan bisa turun ke depannya," imbuhnya.

Terkait potensi pendapatan puskesmas yang terus meningkat, Gus Fawait meminta agar pendapatan tersebut dikembalikan untuk kepentingan pasien. Ia ingin siklus anggaran di puskesmas bersifat produktif untuk peningkatan layanan.

"Potensi pendapatan puskesmas itu bagus, dan saya minta digunakan kembali untuk perbaikan fasilitas di puskesmas tersebut. Puskesmas dipakai untuk puskesmas lagi. Dengan fasilitas yang bagus, potensi pendapatan juga pasti meningkat secara alami karena kepercayaan masyarakat tumbuh," jelasnya. (nov)

Galeri Foto