Gus Fawait Pastikan Harga Kuliner di Papuma dan Watu Ulo Terstandarisasi
- 16 Maret 2026
- Dibaca 925 Kali
Bagikan Via:
Gus Fawait Pastikan Harga Kuliner di Papuma dan Watu Ulo Terstandarisasi
JEMBER, 16 MARET 2026 – Menjelang puncak libur Hari Raya Idul Fitri, Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, memberikan perhatian serius terhadap kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke destinasi unggulan di Kabupaten Jember, khususnya Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo. Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah keluhan masyarakat mengenai ketidakpastian harga makanan atau fenomena "ngepruk" harga yang kerap terjadi di kawasan wisata saat musim liburan.
Dalam sebuah pernyataan resminya saat meninjau langsung kawasan pesisir Jember, Gus Fawait mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember telah menerima berbagai laporan dan keluhan dari masyarakat mengenai harga kuliner yang dianggap tidak standar dan cenderung mahal di beberapa titik wisata pantai. Menanggapi hal tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa mulai libur Idul Fitri tahun ini, seluruh warung makan di kawasan Pantai Papuma dan Watu Ulo akan menerapkan sistem harga yang transparan dan terstandarisasi.
Gus Fawait menjelaskan bahwa terdapat sekitar 20 lebih warung makan di area tersebut yang kini telah dikoordinasikan untuk menampilkan daftar harga secara terbuka di bagian depan gerai mereka. Hal ini dilakukan agar wisatawan tidak merasa terjebak atau terbebani dengan harga yang tiba-tiba melambung tinggi saat tagihan datang.
"Beberapa waktu lalu ada banyak wadulan (keluhan) yang masuk ke tim kami. Salah satunya adalah soal harga makanan yang katanya mahal dan tidak terstandar di area pantai. Nah, mulai liburan Idul Fitri ini, kami berikhtiar agar harga makanan di seluruh warung, ada sekitar 20-an lebih tempat makan di sini, akan terstandar," ujar Gus Fawait saat sedang menikmati kuliner seafood di kawasan pantai Papuma bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ghyta Eka Puspita (Ning Ghita).
Langkah ini diambil untuk menjaga citra pariwisata Jember agar tetap ramah di kantong wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Dengan adanya daftar harga yang terpampang jelas di depan warung, wisatawan dapat memilih menu sesuai dengan anggaran mereka tanpa rasa khawatir. Gus Fawait juga menjamin bahwa harga yang tertera akan sesuai dengan apa yang dibayarkan oleh konsumen.
Tidak hanya melakukan standarisasi, Pemkab Jember juga menyiapkan sistem pengawasan yang ketat. Gus Fawait menginstruksikan tim "Wadul Guse" untuk tetap aktif dan siaga selama 24 jam penuh selama masa libur Lebaran. Layanan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk melaporkan jika masih ditemukan oknum pedagang yang nakal atau tidak mengikuti aturan standarisasi harga yang telah disepakati.
"Jika nanti ada hal-hal yang kurang pas, masyarakat bisa langsung melapor kembali ke tim Wadul Guse. Syaratnya cukup menyertakan identitas yang jelas dan lokasi kejadian yang spesifik. Meskipun masa liburan, tim kami akan tetap aktif 1x24 jam untuk melayani pengaduan masyarakat," tambahnya.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menguntungkan wisatawan, tetapi juga para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar pantai. Dengan harga yang jujur dan pelayanan yang baik, kepercayaan wisatawan akan meningkat, yang pada gilirannya akan mendorong mereka untuk kembali berkunjung di masa mendatang.
Pantai Papuma dan Watu Ulo sendiri merupakan ikon pariwisata Jember yang memiliki pemandangan alam luar biasa, mulai dari hamparan pasir putih hingga gugusan batu karang yang eksotis. Gus Fawait meyakini bahwa potensi alam yang indah ini harus didukung dengan ekosistem pelayanan publik dan pariwisata yang sehat, termasuk dalam hal kuliner.
Langkah Gus Fawait ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemerintah Kabupaten Jember untuk membenahi sektor pariwisata dari hulu ke hilir. Standarisasi harga kuliner dianggap sebagai langkah awal yang vital untuk menciptakan ekosistem wisata yang berkelanjutan dan kompetitif.
Dengan adanya jaminan harga yang pasti, diharapkan volume kunjungan wisatawan ke Jember pada libur Lebaran tahun 2026 ini akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah juga terus mengimbau para pedagang untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kebersihan area sekitar demi kenyamanan bersama.
"Tujuannya satu, agar wisatawan yang datang ke Jember merasa senang, kenyang, dan tidak merasa tertipu. Kita ingin Jember dikenal sebagai destinasi wisata yang indah sekaligus ramah dan jujur," pungkas Gus Fawait.
Kebijakan ini menyusul kebijakan tiket terintegrasi (satu tiket) seharga Rp 12.500 untuk dua destinasi, Pantai Papuma dan Watu Ulo yang diluncurkan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kabupaten Jember ke-97 awal tahun 2026 lalu. (yun)