logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Gus Fawait: Pendidikan adalah Kunci Tekan Angka Pernikahan Dini dan Kemiskinan di Jember

  • 16 April 2026
  • Dibaca 167 Kali
Bagikan Via:
gus-fawait-pendidikan-adalah-kunci-tekan-angka-pernikahan-dini-dan-kemiskinan-di-jember-20260417

Gus Fawait: Pendidikan adalah Kunci Tekan Angka Pernikahan Dini dan Kemiskinan di Jember

JEMBER, 16 APRIL 2026 – Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa pemberantasan kemiskinan dan pencegahan pernikahan dini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam strategi pembangunan daerah. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir untuk memberikan alternatif masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Jember melalui akses pendidikan seluas-luasnya dan jaminan kesehatan yang merata.

Dalam acara talkshow bertajuk “Sekolah Berdaya Mencegah Pernikahan Dini” pada Rabu 15 April 2026 di Pendopo Wahyawibawagraha, Gus Fawait menjelaskan bahwa salah satu program unggulan yang terus didorong adalah penyediaan beasiswa bagi mahasiswa asal Jember.

Terkait hal tersebut, muncul pertanyaan mengenai peran Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Jember dalam mengawal program beasiswa tersebut. Berdasarkan keterangan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., beberapa waktu lalu, proses beasiswa jalur afirmasi ekonomi memang melibatkan koordinasi dengan Dinsos PPPA.

Lebih lanjut, program ini secara khusus dirancang untuk mengubah pola pikir orang tua agar lebih memprioritaskan pendidikan tinggi bagi anak-anak mereka daripada mendorong pernikahan setelah lulus sekolah menengah. “Tujuannya adalah agar anak-anak kita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mengembangkan potensi, sebelum memutuskan untuk membangun rumah tangga,” jelas Gus Fawait.

Selain sektor pendidikan, Pemkab Jember juga telah menetapkan kebijakan Universal Health Coverage (UHC) prioritas. Kebijakan ini memungkinkan seluruh masyarakat ber-KTP Jember memperoleh layanan kesehatan gratis di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi beban finansial keluarga, sehingga faktor ekonomi tidak lagi menjadi alasan untuk menikahkan anak pada usia dini.

Komitmen tersebut juga tercermin dalam dukungan terhadap gerakan “Sekolah Berdaya” melalui upaya menyinergikan seluruh sektor pemerintahan agar berfokus pada kesejahteraan anak. Fawait meyakini bahwa dengan penguatan peran penggerak di tingkat akar rumput, perubahan sistemik dapat terwujud secara berkelanjutan.

Melalui integrasi antara insentif ekonomi, kemudahan akses pendidikan, dan penguatan nilai keluarga, Pemerintah Kabupaten Jember bertekad menjadikan daerahnya ramah anak serta terbebas dari praktik pernikahan dini, sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi emas di masa depan. (rou)

Galeri Foto