logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Hadapi Dampak Kekeringan, BPBD Jember Pastikan Pasokan Air Bersih Warga Mulyorejo

  • 05 Oktober 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
hadapi-dampak-kekeringan-bpbd-jember-pastikan-pasokan-air-bersih-warga-mulyorejo-20261005

Hadapi Dampak Kekeringan, BPBD Jember Pastikan Pasokan Air Bersih Warga Mulyorejo

JEMBER, 05 OKTOBER 2026— Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Dusun Baban Timur, RT 01 dan RT 02/RW 07, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Minggu (4/10/2026).

Distribusi tersebut merupakan penyaluran bantuan air bersih ke-22 sebagai bentuk respons Pemerintah Kabupaten Jember terhadap dampak musim kemarau yang menyebabkan masyarakat di sejumlah wilayah mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD serta surat permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Mulyorejo, warga Dusun Baban Timur telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sejak Juli 2026.

Kondisi tersebut diperparah dengan belum tersedianya jaringan pipanisasi di wilayah RW 07. Selama ini masyarakat mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Namun, sumur warga dengan kedalaman sekitar 15 meter kini mengalami kekeringan sehingga tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk mendapatkan air bersih, warga bahkan harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer menuju sungai terdekat. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan air bersih masyarakat menjadi semakin sulit dipenuhi, terutama untuk kebutuhan dasar sehari-hari.

Hasil pendataan menunjukkan sebanyak 85 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan. Rinciannya, 45 KK berada di RT 01/RW 07 dan 40 KK berada di RT 02/RW 07.

Untuk memudahkan proses distribusi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat, BPBD Kabupaten Jember telah menempatkan lima tandon air di sejumlah titik. Dua tandon berada di RT 01/RW 07 dan tiga tandon berada di RT 02/RW 07.

Pada Minggu (4/10/2026), Tim BPBD Kabupaten Jember berangkat menuju lokasi terdampak sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 12.00 WIB. Petugas kemudian melaksanakan distribusi bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter ke tandon-tandon yang telah tersedia.

Selain distribusi air bersih, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat terkait penggunaan air secara bijak selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan dokumentasi sebagai bagian dari pelaporan penanganan bencana.

Kegiatan distribusi selesai sekitar pukul 16.30 WIB dan seluruh personel kembali ke Markas Komando BPBD Kabupaten Jember. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala.

Hingga 4 Oktober 2026, bantuan air bersih yang telah didistribusikan di wilayah terdampak tersebut mencapai 110.000 liter. BPBD Kabupaten Jember juga telah menyediakan empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter dan satu tandon lama berkapasitas 2.200 liter.

Selain itu, sebanyak 20 jeriken bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur telah disalurkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Distribusi air bersih ini merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau. Kami akan terus melakukan pemantauan dan penanganan sesuai hasil asesmen serta kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Fadhil, personel TRC BPBD Kabupaten Jember.

Sebagai langkah lanjutan, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan distribusi air bersih secara berkala dengan kapasitas 5.000 liter setiap empat hari sekali selama masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan sumber air bersih.

Kegiatan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Desa Tangguh Bencana (Destana), perangkat RT/RW, serta masyarakat setempat. Sinergi antarpihak diharapkan dapat mendukung percepatan penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak kekeringan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta unsur terkait guna memastikan penanganan dapat dilakukan secara berkelanjutan sesuai kondisi di lapangan. (bob)

Galeri Foto