Hadiri Panen Perdana, Camat Gumukmas Dorong Inovasi Padi NK Ningrat Jadi Solusi Pertanian di Lahan Minim Air
- 30 Maret 2026
- Dibaca 225 Kali
Bagikan Via:
Hadiri Panen Perdana, Camat Gumukmas Dorong Inovasi Padi NK Ningrat Jadi Solusi Pertanian di Lahan Minim Air
JEMBER, 30 MARET 2026 - Di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air, petani di Desa Bagorejo kini memiliki secercah harapan baru. Melalui sinergi antara Pemerintah Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, dengan PT Syngenta Indonesia, panen perdana varietas padi hibrida unggulan NK Ningrat (NK2133) sukses digelar dengan hasil produktivitas yang melampaui target konvensional.
Acara yang berlangsung di area persawahan Desa Bagorejo pada Senin, 30 Maret 2026 ini, dihadiri oleh Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, S.T., M.Si., Kepala Desa Bagorejo, Atok Urohman, serta Marketing Head PT Syngenta Indonesia, Imam Sujono. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan lokal melalui inovasi teknologi pertanian.
Kepala Desa Bagorejo, Atok Urohman, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan uji coba ini. Menurutnya, wilayah Bagorejo yang didominasi lahan tadah hujan sering kali terkendala pasokan air yang tidak menentu.
"Kami terus berupaya mencari solusi bagi petani yang merupakan ujung tombak pangan. Kerja sama pengembangan varietas NK Ningrat ini menjadi jawaban atas kesulitan yang selama ini kami hadapi," ujar Atok. Sebagai langkah lanjut, Pemerintah Desa Bagorejo berencana mendata petani yang berminat menanam varietas ini pada musim mendatang guna memfasilitasi ketersediaan bibit dan pendampingan teknis.
Marketing Head PT Syngenta Indonesia, Imam Sujono, menjelaskan bahwa NK Ningrat (NK2133) adalah buah dari riset panjang untuk menjawab problem pertanian modern. Varietas ini dirancang tangguh menghadapi cuaca ekstrem, baik kekeringan maupun banjir lokal, serta memiliki ketahanan tinggi terhadap serangan hama.
"NK Ningrat mampu tumbuh optimal di lahan dengan pasokan air terbatas namun tetap menghasilkan produktivitas memuaskan. Selain kuantitas, kami juga menjaga kualitas gabah agar memiliki kadar pati yang sesuai untuk kebutuhan konsumsi maupun industri," jelas Imam.
Apresiasi tinggi datang dari Camat Gumukmas, Dannie Allcholin. Berdasarkan data tim teknis di lapangan, produktivitas NK Ningrat di lahan uji coba tersebut mencapai angka 20 persen hingga 30 persen lebih tinggi dibandingkan varietas padi konvensional.
"Kecamatan Gumukmas termasuk wilayah yang terdampak perubahan iklim dengan musim kemarau yang panjang. Penggunaan bibit yang hemat air namun produktif seperti NK Ningrat adalah solusi tepat. Penanamannya pun mudah, bahkan cocok untuk lahan tegalan atau dataran tinggi," kata Dannie. Ia juga mendorong para kepala desa lain di wilayahnya untuk mempertimbangkan inovasi ini demi meningkatkan kesejahteraan petani.
Kegiatan panen raya ini diakhiri dengan prosesi pemotongan gabah secara simbolis dan makan siang bersama warga menggunakan hidangan khas daerah. Keberhasilan di Desa Bagorejo ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah lain di Kabupaten Jember untuk mengadopsi teknologi pertanian serupa guna menjaga stabilitas pangan nasional di masa depan. (rir)