logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Hadiri Talkshow Kependudukan Unej, Dinsos Jember Soroti Ruang Aman Keluarga dan Penanganan Inklusif

  • 21 Agustus 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
hadiri-talkshow-kependudukan-unej-dinsos-jember-soroti-ruang-aman-keluarga-dan-penanganan-inklusif-20260821

Hadiri Talkshow Kependudukan Unej, Dinsos Jember Soroti Ruang Aman Keluarga dan Penanganan Inklusif

JEMBER, 20 Agustus 2026 – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kependudukan Universitas Jember (Unej) menggelar Gelar Wicara Kependudukan bertajuk "Penguatan Peran Anggota UKM Kependudukan Sebagai Agen Edukasi Dalam Pencegahan HIV/AIDS" dengan tema "Peran Keluarga dalam Membentuk Remaja Sehat: Pencegahan HIV/AIDS di Era Modern", Kamis (20/8/2026), di Auditorium Lantai 5 Gedung Soedjarwo Universitas Jember.

 

Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unej Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial Kabupaten Jember Sugeng Riyadi, S.E., Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya Kemendukbangga Provinsi Jawa Timur Fonny Indri Hartanati, S.Psi., M.Psi., serta dr. Rita Wahyuning, M.Kes. Selain itu, hadir pula sejumlah panelis, di antaranya Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan serta Pengarusutamaan Gender DP3A dr. Oktavia Wahyu Krisna Murti, M.M.

 

Dalam sambutannya, Fendi Setyawan menyoroti lingkungan kampus sebagai salah satu titik yang perlu dicermati dalam konteks penyebaran HIV/AIDS. Ia menilai pola pergaulan yang relatif bebas berpotensi menjadi salah satu faktor risiko penularan di kalangan mahasiswa.

 

"Jangan-jangan kampus sendiri memberi kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan penularan HIV/AIDS," ujar Fendi.

 

Ia menambahkan, risiko penularan HIV/AIDS tidak melulu berkaitan dengan perilaku menyimpang atau seks bebas, tetapi juga dapat terjadi akibat penggunaan alat kesehatan yang tidak steril. Menurutnya, banyak kasus penularan yang justru tidak disadari oleh keluarga maupun lingkungan terdekat penderita, sehingga edukasi menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan. Ia berharap para mahasiswa yang mengikuti kegiatan dapat menjadi duta kampus dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di lingkungan masing-masing.

 

Sementara itu, Sugeng Riyadi memaparkan sejumlah program pencegahan yang telah dijalankan Dinas Sosial Kabupaten Jember, termasuk pemanfaatan hasil riset mahasiswa sebagai media sosialisasi. Ia mencontohkan produk skripsi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat berupa flashcard edukasi yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan anak dan kekerasan atau perundungan (bullying).

 

"Ada beberapa produk dari skripsi mahasiswa, salah satunya berupa flashcard untuk kegiatan sosialisasi agar lebih menarik bagi anak-anak, terkait pencegahan pernikahan anak dan pencegahan kekerasan atau bullying," ujar Sugeng.

 

Ia menjelaskan, upaya pencegahan kekerasan dan penyediaan ruang aman bagi anak dan keluarga bukan hanya tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah (OPD), melainkan melibatkan lintas sektor seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Sugeng juga menyinggung perhatian khusus terhadap kelompok disabilitas melalui program inklusi yang dijalankan lewat bidang rehabilitasi sosial, agar layanan pencegahan dan penanganan HIV/AIDS turut menjangkau anak dan remaja penyandang disabilitas. (rou)

Galeri Foto