logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Tak Sekadar Teori, Pelatihan Sampah di Kaliwates Ajarkan Praktik Tote Bag dan Pengolahan Organik

  • 16 Juni 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
tak-sekadar-teori-pelatihan-sampah-di-kaliwates-ajarkan-praktik-tote-bag-dan-pengolahan-organik-20260619

Tak Sekadar Teori, Pelatihan Sampah di Kaliwates Ajarkan Praktik Tote Bag dan Pengolahan Organik

JEMBER, 16 JUNI 2026 – Kelurahan Kaliwates terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan lanjutan pengelolaan sampah organik, anorganik, dan residu yang digelar pada Senin sore, 15 Juni 2026, di lingkungan RT 01 RW 06 Condro Utara (Cobdura), Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates.

Kegiatan yang diikuti sekitar 20 hingga 25 warga tersebut menghadirkan narasumber dari DPRKPLH Kabupaten Jember, Mentik Diyah Andayani. Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian program edukasi yang terus dilakukan Kelurahan Kaliwates untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dari tingkat rumah tangga.

Selain memberikan materi mengenai jenis-jenis sampah dan cara pemilahannya, pelatihan kali ini juga menitikberatkan pada praktik langsung pengolahan sampah yang dapat diterapkan oleh warga di lingkungan masing-masing. Hal tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pengelolaan sampah secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai perbedaan sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, daun, dan sisa makanan dijelaskan sebagai jenis sampah yang dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Sementara sampah anorganik seperti plastik dan kemasan tertentu dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Adapun sampah residu merupakan sampah yang tidak dapat diolah maupun dimanfaatkan kembali sehingga harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Sebagai bentuk praktik lapangan, warga diajarkan membuat tas tote bag dari karung bekas yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai wadah pengumpulan sampah plastik di lingkungan sekitar.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi pakan maggot yang selanjutnya dapat digunakan sebagai pakan ayam maupun ikan. Praktik tersebut diperkenalkan sebagai salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi volume sampah organik rumah tangga.

Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah lanjutan untuk mematangkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya sosialisasi yang dilakukan, tetapi dari sejauh mana masyarakat mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di rumah masing-masing.

“Pelatihan ini kami laksanakan agar masyarakat tidak hanya mengetahui jenis-jenis sampah, tetapi juga memahami bagaimana cara mengelolanya secara langsung. Karena itu, selain materi kami juga menghadirkan praktik yang bisa diterapkan oleh warga. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini warga RT 01 RW 06 dapat mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah masing-masing sehingga jumlah sampah yang dibuang dapat terus berkurang,” ujar Abdul Khamil.

Ia menambahkan bahwa setelah pelatihan selesai, warga tidak akan berjalan sendiri. Kelurahan Kaliwates melalui Tim Penggerak PKK akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar praktik pengelolaan sampah benar-benar dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.

Pendampingan tersebut juga akan melibatkan salah satu warga yang telah lebih dahulu menerapkan pengelolaan sampah mandiri, yakni Ani Farida. Pengalaman yang dimiliki diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus motivasi bagi warga lain untuk mulai mengelola sampah secara mandiri.

Menurut Abdul Khamil, Kelurahan Kaliwates saat ini tengah berproses untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan terintegrasi di tingkat masyarakat. "Oleh karena itu, peningkatan kapasitas warga menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," jelasnya.

Melalui pelatihan ini, Kelurahan Kaliwates berharap masyarakat semakin memahami bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah. Dengan pemilahan dan pengolahan yang tepat, sebagian besar sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna, memiliki nilai ekonomi, sekaligus mengurangi beban lingkungan. Ke depan, hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan baru di masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. (anr)

Galeri Foto