Menjaga Kepercayaan di Dapur SPPG, Perketat Pengawasan dan Koordinasi Tiga Pilar
- 01 April 2026
- Dibaca 233 Kali
Bagikan Via:
Menjaga Kepercayaan di Dapur SPPG, Perketat Pengawasan dan Koordinasi Tiga Pilar
JEMBER, 1 APRIL 2026 - Rabu, 1 April 2026 pagi, suasana ruangan Pendopo Kelurahan Antirogo terasa khidmat. Di bawah pepohonan rindang, Lurah Teguh Tri Laksono memimpin pertemuan rutin bersama Tiga Pilar, Kepala SD Negeri Antirogo 02 beserta Ibu Irma, serta perwakilan SPPG Jember Sumbersari Antirogo (JSA).
Bukan sekadar membahas kebersihan dan gizi, pertemuan ini menekankan penguatan koordinasi dan pengawasan ketat demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
SPPG JSA adalah satu-satunya unit di kelurahan ini yang melayani siswa sebanyak 2.847 dari 16 sekolah. Dapur lumayan besar ini setiap hari menyiapkan menu bergizi yang harus memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan. Satu kesalahan kecil saja berpotensi menggerus kepercayaan wali murid.
Kepala SPPG Agung Novan Hidayat, S.Sos, menyatakan pihaknya setiap hari dalam bertugas selalu berpegang pada Standar Operasional Prosedur (SOP). “Kami bekerja sesuai SOP untuk mengantisipasi permasalahan yang sering muncul di wilayah lain,” ujarnya. Pengawasan rutin, menurut Agung, menjadi pondasi utama menjaga kualitas pelayanan.
Sedangkan Bhabinsa Sumbersari, Serka Yasin, memberikan arahan langsung agar pengawasan menu terus diperketat. “Pengawasan terhadap menu agar lebih dijaga, sehingga ke depannya bisa lebih baik,” katanya. Ia menekankan pemeriksaan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian harus sesuai standar gizi yang telah ditentukan.
Sementara itu, Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, SE, MM, menyoroti pentingnya kesiapan operasional. “SPPG harus lebih memperhatikan kesiapan dalam penyiapan makanan atau buah. Jangan sampai ada hal-hal kecil yang membuat kepercayaan masyarakat, terutama wali murid, menjadi berkurang,” tegas Teguh. Ia melihat koordinasi antarpihak sebagai kunci mencegah celah kesalahan.
Ditempat yang sama, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP, MM, memperluas pesan ke tingkat kecamatan. Ia mengajak seluruh SPPG di Sumbersari, khususnya Antirogo, untuk memperkuat koordinasi. “Semua SPPG harus saling menjaga agar selalu berkoordinasi antar pemilik SPPG. Sehingga ketika ada permasalahan bisa cepat diselesaikan, dan persepsi terkait menu juga sama,” ujar Deni. Koordinasi yang baik diharapkan menciptakan standar pelayanan yang merata dan mencegah kesalahpahaman.
Babinkamtibmas Sumbersari Dodit menambahkan harapan agar semua pihak terus menjaga keamanan, kebersihan, dalam pemenuhan gizi. “Semua saling menjaga agar tidak ada permasalahan yang muncul seperti di daerah lain,” katanya. Bagi Dodit, pengawasan rutin adalah benteng pertama pencegahan risiko.
Pertemuan ini menggambarkan sinergi nyata antara pemerintah kelurahan, kecamatan, TNI/Polri, sekolah, dan pengelola SPPG. Pengawasan tidak lagi bersifat top-down semata, melainkan melibatkan semua pihak secara aktif. Dengan koordinasi yang lebih erat dan pengawasan yang konsisten, SPPG Sumbersari Antirogo (JSA) diharapkan menjadi contoh baik di Kabupaten Jember.
Anak-anak sekolah tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi juga rasa aman bahwa setiap porsi telah melalui proses teliti dan transparan. Di akhir pertemuan, para peserta saling berjabat tangan, mencerminkan komitmen bersama menjaga dapur kecil ini tetap bersih, bergizi, dan terpercaya bagi masa depan generasi muda. (dan)