logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Hangatnya Posyandu Alamanda 64 di Banjarsengon, Dari Timbangan Balita hingga Harapan Bebas Stunting

  • 04 Mei 2026
  • Dibaca 121 Kali
Bagikan Via:
hangatnya-posyandu-alamanda-64-di-banjarsengon-dari-timbangan-balita-hingga-harapan-bebas-stunting-20260505

Hangatnya Posyandu Alamanda 64 di Banjarsengon, Dari Timbangan Balita hingga Harapan Bebas Stunting

JEMBER, 04 MEI 2026 - Pagi itu, Suasana di wilayah Krajan, Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pukul 08.30 WIB, para ibu datang bergantian membawa balita mereka ke Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Alamanda 64. Di bawah naungan sederhana namun penuh kehangatan, kegiatan Posyandu ILP pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup, dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lansia kembali digelar dengan semangat kebersamaan.

Satu per satu balita ditimbang, diukur tinggi badannya, hingga diperiksa lingkar kepalanya. Di sudut lain, para ibu lansia cek kesehatan dan ada juga ibu yang tampak berdiskusi ringan dengan kader, sebagian menanyakan perkembangan anaknya, sebagian lagi sekadar berbagi cerita. Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga.

Kegiatan ini dikoordinatori oleh Bidan Wahyu Anita A.Md., Keb., bersama tenaga kesehatan Muhammad Firman Hamdani, S.Kep., Ns. Mereka melayani cek kesehatan Lansia dan kader posyandu. Dengan telaten, mereka memastikan setiap anak dan Lansia mendapatkan pelayanan yang optimal. Dari pendaftaran hingga pemberian vitamin, semua dilakukan secara sistematis dan penuh perhatian.

“Setiap bulan kami berupaya memberikan pelayanan terbaik. Tidak hanya memantau pertumbuhan anak, tapi juga memberikan edukasi kepada orang tua,” ujar Wahyu Anita di sela kegiatan, Senin 04 Mei 2026.

Kehadiran Lurah Banjarsengon, Sudik Haryono, S.Sos., M.Si., dan sekertaris lurah Arik Riyantono, S.Sos..menambah semangat para kader dan peserta. Ia tampak menyapa warga, berbincang ringan dengan ibu-ibu, serta memantau langsung jalannya pelayanan. Baginya, posyandu adalah ujung tombak dalam membangun kesehatan masyarakat dari tingkat paling dasar.

“Di sinilah kita bisa melihat langsung kondisi anak-anak kita. Posyandu menjadi langkah awal dalam mencegah stunting dan memastikan generasi kita tumbuh sehat,” ungkapnya.

Dari hasil kegiatan hari itu, tercatat 45 balita dan 3 ibu hamil hadir. Sebanyak 38 balita berada dalam kondisi gizi baik, sementara 7 balita lainnya terindikasi berisiko stunting dan memerlukan pemantauan lebih lanjut. Data ini menjadi perhatian serius bagi tenaga kesehatan dan pemerintah setempat.

Namun di balik angka-angka tersebut, tersimpan harapan besar. Harapan para orang tua agar anak-anak mereka tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Harapan kader dan tenaga kesehatan agar upaya kecil yang dilakukan setiap bulan mampu membawa perubahan besar di masa depan.

Di akhir kegiatan, para kader membereskan peralatan sambil tetap melayani warga yang datang terakhir. Tak ada kesan lelah yang terlihat, justru semangat untuk terus melayani terpancar dari wajah mereka.

Posyandu Alamanda 64 bukan sekadar kegiatan rutin bulanan. Ia adalah cerminan gotong royong, kepedulian, dan komitmen bersama dalam menjaga masa depan generasi. Dari tempat sederhana inilah, langkah kecil menuju masyarakat sehat terus dimulai. (sgk)

Galeri Foto