logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Hindari Pernikahan Dini, Psikolog Ingatkan Remaja Waspada Pergaulan lewat Medsos

  • 14 September 2026
  • Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
hindari-pernikahan-dini-psikolog-ingatkan-remaja-waspada-pergaulan-lewat-medsos-20260914

Hindari Pernikahan Dini, Psikolog Ingatkan Remaja Waspada Pergaulan lewat Medsos

JEMBER, 14 September 2026 – Perkembangan dunia digital yang kian mudah diakses disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong anak-anak dan remaja mengambil keputusan besar secara terburu-buru, termasuk keputusan untuk menikah di usia dini. Hal ini tergambar dari pengajuan dispensasi kawin (Diska) yang dilayani di Loket 11 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Jember, Senin (14/9/2026), oleh petugas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember.

Pasangan yang mengajukan permohonan diska kali ini berasal dari Kecamatan Kebonsari. Pihak laki-laki berusia 23 tahun dan bekerja sebagai pedagang besi tua, sementara pihak perempuan baru berusia 17 tahun dan masih tercatat sebagai siswi SMK kelas 11 sebelum akhirnya terpaksa berhenti sekolah. Keduanya diketahui belum menikah siri maupun bertunangan secara resmi sebelum mengajukan permohonan ke MPP.

Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), Cahyani Maharcita, yang turut mendampingi proses asesmen, menyoroti pola pergaulan remaja masa kini yang banyak terbentuk melalui gawai dan media sosial.

"Bagi remaja generasi sekarang yang perlu diperhatikan pergaulan yang menggunakan gadget. Karena tidak pernah tahu kondisi pasangan yang diajak ngobrol lewat WA ataupun sosmed. Lebih baik hati-hati dan batasi penggunaan handphone," ujar Cahyani.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jember, dr. Oktavia Wahyu Krisna Murti, M.M., mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan telepon genggam oleh anak-anak mereka.

"Ini peringatan bagi para orang tua untuk lebih mengawasi putra-putrinya dalam menggunakan handphone. Hindari pernikahan dini, beri pengertian buat anak-anak kita bahwa dengan nikah dini membawa dampak mental yang rapuh," kata Oktavia.

Kasus ini menjadi salah satu potret nyata bagaimana kemudahan akses komunikasi digital turut memengaruhi cara pandang remaja terhadap hubungan dan masa depannya, hingga mendorong mereka mengambil keputusan yang belum sepenuhnya mereka pahami konsekuensinya, termasuk berhenti sekolah demi rencana pernikahan.

Layanan diska di MPP Jember terus berjalan setiap hari Senin, memberikan ruang asesmen dan konseling bagi pasangan calon pengantin usia muda sebelum berkas mereka diteruskan ke pengadilan. Dinsos PPPA Kabupaten Jember menegaskan bahwa layanan ini bukan mempercepat proses pernikahan, melainkan memastikan setiap pasangan benar-benar memahami kesiapan mental dan tanggung jawab yang akan mereka hadapi ke depan. (rou)

Galeri Foto