Melalui Bunga Desaku, Bupati Jember Tanamkan Pentingnya Pendidikan dan Cegah Pernikahan Dini
- 29 Juni 2026
- Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
Melalui Bunga Desaku, Bupati Jember Tanamkan Pentingnya Pendidikan dan Cegah Pernikahan Dini
JEMBER, 29 JUNI 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat upaya pencegahan pernikahan dini melalui kegiatan sosialisasi yang menyasar kalangan pelajar. Bertempat di SMP Negeri 1 Sumberjambe, Senin (29/6/2026), Bupati Jember yaitu Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., memberikan sosialisasi mengenai bahaya pernikahan dini kepada para siswa dan siswi dengan mengusung tema "Raih Cita-Cita, Hindari Pernikahan Dini untuk Masa Depan yang Gemilang."
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Bunga Desaku yang diselenggarakan di Kecamatan Sumberjambe sebagai upaya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
Dalam penyampaiannya, Bupati Jember menegaskan bahwa pendidikan merupakan bekal utama bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik. Para pelajar diharapkan tetap fokus menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi agar memiliki kesempatan lebih luas dalam mengembangkan potensi diri dan mencapai cita-cita.
Bupati juga menjelaskan bahwa pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan sebelum seseorang mencapai kematangan secara fisik, mental, maupun sosial. Sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, usia minimal menikah adalah 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, para remaja diimbau untuk tidak terburu-buru memasuki kehidupan rumah tangga sebelum benar-benar siap.
Lebih lanjut, Bupati memaparkan berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan akibat pernikahan dini. Selain berisiko menyebabkan putus sekolah, pernikahan pada usia muda juga dapat menghambat pencapaian cita-cita serta membatasi kesempatan dalam mengembangkan kemampuan diri. Dari sisi kesehatan, kehamilan pada usia remaja memiliki risiko yang lebih tinggi, khususnya bagi perempuan. Di samping itu, ketidaksiapan emosional juga berpotensi memicu konflik dalam rumah tangga serta menambah beban ekonomi keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh siswa untuk menjaga pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab. Para pelajar juga diingatkan agar bijak menggunakan media sosial serta berani mengatakan "tidak" terhadap ajakan yang mengarah pada perilaku berisiko. Waktu luang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif, seperti belajar, berolahraga, mengikuti organisasi sekolah, maupun aktif dalam kegiatan keagamaan.
Tidak hanya kepada para siswa, Bupati juga menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mendampingi tumbuh kembang remaja. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara anak, keluarga, dan sekolah menjadi kunci dalam mencegah berbagai persoalan yang dihadapi remaja, termasuk risiko pernikahan dini. Orang tua dan guru diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk berdiskusi ketika menghadapi permasalahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, PENNY ARTHA MEDYA, SE., AK, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Jember terhadap upaya pencegahan pernikahan dini di kalangan remaja. Kehadiran beliau mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong terciptanya generasi muda yang berkualitas melalui peningkatan pendidikan, penguatan karakter, serta kolaborasi lintas perangkat daerah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Menutup sosialisasi, Bupati Jember memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar memanfaatkan masa remaja sebagai waktu untuk belajar, berkarya, serta mempersiapkan masa depan. Ia mengajak para pelajar untuk tidak terburu-buru menikah, melainkan mempersiapkan diri melalui pendidikan, penguasaan keterampilan, serta pembentukan karakter yang baik sehingga kelak mampu membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera.
Melalui kegiatan sosialisasi yang menjadi bagian dari rangkaian Bunga Desaku di Kecamatan Sumberjambe ini, diharapkan kesadaran para pelajar mengenai pentingnya merencanakan masa depan semakin meningkat. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada generasi muda agar mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, serta siap mewujudkan cita-cita demi kemajuan daerah dan bangsa. (Zee)