logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan di Jember, Puluhan Rumah Rusak dan Satu Roboh Total

  • 10 April 2026
  • Dibaca 334 Kali
Bagikan Via:
angin-kencang-terjang-tiga-kecamatan-di-jember-puluhan-rumah-rusak-dan-satu-roboh-total-20260411

Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan di Jember, Puluhan Rumah Rusak dan Satu Roboh Total

JEMBER, 10 APRIL 2026 - Bencana angin kencang yang disertai hujan lebat menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis 09 April 2026 siang. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, pohon tumbang di sejumlah titik, serta satu rumah dilaporkan roboh total.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember langsung bergerak melakukan penanganan dan distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak. Anggota TRC BPBD Jember, Naringga, menjelaskan bahwa laporan awal kejadian diterima pada Kamis sekitar pukul 14.00 WIB, setelah hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.

“Dampak kejadian tersebar di tiga kecamatan, yakni Sumbersari, Sukowono, dan Panti. Total terdapat 18 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak berat. Selain itu, tercatat 13 pohon tumbang serta dua tiang listrik roboh,” ujar Naringga, Jumat 10 April 2026.

Di Kecamatan Sumbersari, dampak terparah terjadi di Kelurahan Antirogo, tepatnya di Jalan Koptu Berlian, Lingkungan Jambuan. Sejumlah pohon tumbang menutup akses jalan sehingga sempat tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu, sembilan pohon dilaporkan menimpa rumah warga, mengakibatkan kerusakan pada bagian atap.

Sebanyak delapan rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan ringan. Warga terdampak antara lain Taufik, Juhairiyah, Mila Rosa, Husaeri, Sawati, Fajar Canyono, Juwarno, dan Judi. Selain itu, dua tiang listrik juga roboh akibat terpaan angin.

Sementara itu, di Kelurahan Tegal Gede, satu rumah milik Sugeng Septiono dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Di Kecamatan Sukowono, kerusakan terjadi di dua desa. Di Desa Sukosari, dua rumah warga di Dusun Srino mengalami kerusakan pada bagian atap. Sedangkan di Desa Balet Baru, delapan rumah warga di Dusun Deklekor terdampak dengan tingkat kerusakan serupa. Selain itu, satu mushola di wilayah tersebut juga ikut terdampak.

Adapun kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Panti, tepatnya di Desa Serut. Sebuah rumah milik Saliyah (56) dilaporkan roboh total hingga rata dengan tanah. Saat ini, korban bersama anggota keluarganya terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Jember menerjunkan tiga tim TRC ke lokasi terdampak sejak Jumat pagi. Tim melakukan koordinasi dengan aparat setempat, kaji cepat, serta pembersihan pohon tumbang yang mengganggu akses jalan dan permukiman warga.

Selain itu, bantuan logistik juga telah didistribusikan kepada warga terdampak, meliputi paket sembako, selimut, makanan siap saji, paket sandang, terpal, hingga perlengkapan keluarga dan bayi. Untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, BPBD melalui tim Jitupasna juga menyiapkan bantuan material berupa 500 batu bata dan lima lembar kalsiboard.

“Penanganan selesai pada pukul 17.40 WIB. Saat ini kondisi di lokasi sudah aman dan terkendali, serta seluruh pohon tumbang telah ditangani,” kata Naringga.

BPBD Jember bersama pemerintah desa, TNI, dan Polri juga telah melakukan kerja bakti untuk membantu membersihkan puing-puing rumah roboh milik Saliyah.

Ke depan, BPBD melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) akan terus melakukan pemantauan pasca kejadian guna mengantisipasi potensi bencana susulan.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. Selain itu, edukasi dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem juga perlu terus ditingkatkan guna meminimalkan risiko bencana. (tgh)

Galeri Foto