Sosialisasi Gerakan Nasional Migrasi Aman di Jember, Wamen P2MI Ajak Masyarakat Bekerja ke Luar Negeri Secara Prosedural
- 14 Juni 2026
- Dibaca 49 Kali
Bagikan Via:
Sosialisasi Gerakan Nasional Migrasi Aman di Jember, Wamen P2MI Ajak Masyarakat Bekerja ke Luar Negeri Secara Prosedural
JEMBER, 14 JUNI 2026 – Pemerintah terus memperkuat upaya pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pelaksanaan Sosialisasi Gerakan Nasional Migrasi Aman yang digelar di Kabupaten Jember pada Minggu, 14 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), siswa-siswi SMK, masyarakat umum, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian program nasional yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya migrasi aman, legal, dan terencana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk menekan angka keberangkatan pekerja migran nonprosedural yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Jember yang dikenal sebagai salah satu daerah kantong pekerja migran di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai informasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri yang benar, persyaratan dokumen, pentingnya peningkatan kompetensi, perlindungan hukum bagi pekerja migran, hingga peran pemerintah dalam memberikan pendampingan sejak sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga kembali ke daerah asal.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom, yang secara langsung memberikan pemaparan mengenai kebijakan pemerintah dalam memperkuat tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia.
Dalam sambutannya, Dzulfikar menegaskan bahwa bekerja ke luar negeri merupakan peluang yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga apabila dilakukan melalui jalur yang resmi dan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Migrasi aman harus menjadi pilihan utama masyarakat. Jangan mudah tergiur oleh janji keberangkatan cepat yang tidak jelas legalitasnya. Bekerja ke luar negeri harus melalui prosedur yang benar agar setiap pekerja memperoleh pelindungan hukum, jaminan sosial, serta kepastian hak selama bekerja di negara penempatan," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem migrasi yang aman, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, LPK, P3MI, hingga masyarakat.
Lebih lanjut, Dzulfikar menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja internasional. Menurutnya, siswa-siswi SMK perlu membekali diri dengan kompetensi, keterampilan bahasa, serta karakter kerja yang baik agar mampu memanfaatkan peluang kerja global secara optimal.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai prosedur penempatan, perlindungan pekerja migran, peluang kerja luar negeri, serta berbagai layanan yang disediakan pemerintah.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap informasi migrasi aman. Banyak peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan hingga tingkat desa agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya bekerja ke luar negeri secara legal dan terencana.
Melalui Sosialisasi Gerakan Nasional Migrasi Aman ini, Pemerintah berharap masyarakat Kabupaten Jember semakin sadar akan pentingnya migrasi yang aman dan prosedural. Dengan pemahaman yang baik, calon pekerja migran dapat terhindar dari praktik penempatan ilegal, perdagangan orang, maupun berbagai bentuk eksploitasi yang merugikan.
Gerakan Nasional Migrasi Aman menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pekerja migran Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan keluarga, daerah, dan bangsa. (awh)