logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumberjambe

Home Care Bupati Hadirkan Layanan Kesehatan Dekat, Bantuan Sosial Perkuat Perlindungan Warga

  • 11 September 2026
  • Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
home-care-bupati-hadirkan-layanan-kesehatan-dekat-bantuan-sosial-perkuat-perlindungan-warga-20260911

Home Care Bupati Hadirkan Layanan Kesehatan Dekat, Bantuan Sosial Perkuat Perlindungan Warga

JEMBER, 11 SEPTEMBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat melalui pendekatan yang saling terhubung. Program Home Care yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengidentifikasi kebutuhan sosial masyarakat untuk kemudian diikuti dengan dukungan bantuan pangan dan kebutuhan dasar.

Pendekatan tersebut terlihat dalam pelayanan kepada warga yang membutuhkan di Kecamatan Sumberjambe. Setelah sebelumnya mendapatkan kunjungan Home Care, Satini, warga Dusun Bates, Desa Pringgondani, kembali mendapat perhatian melalui bantuan berupa kruk, kasur, selimut, dan bantuan pangan. Bantuan tersebut diberikan sebagai tindak lanjut atas kondisi dan kebutuhan warga yang diketahui melalui pelayanan langsung di lapangan.

Program Home Care memberikan ruang bagi pemerintah untuk melihat kondisi masyarakat secara lebih dekat. Kelompok masyarakat seperti lansia, penyandang disabilitas, warga dengan penyakit kronis, balita stunting, serta ibu hamil berisiko tinggi dapat memperoleh pelayanan tanpa harus terlebih dahulu datang ke fasilitas kesehatan.

Dengan pendekatan tersebut, pelayanan kesehatan tidak hanya bersifat menunggu masyarakat datang, tetapi pemerintah yang mendatangi warga. Kondisi ini menjadi penting bagi keluarga kurang mampu maupun warga dengan keterbatasan mobilitas karena akses terhadap layanan kesehatan terkadang menjadi persoalan tersendiri.

Camat Sumberjambe, Umar Faroek, S.P., mengatakan bahwa pola pelayanan seperti Home Care membuat pemerintah dapat mengetahui kondisi warga secara langsung sekaligus melihat kebutuhan lain yang perlu mendapat perhatian.

“Home Care ini sangat membantu karena pemerintah bisa datang langsung melihat kondisi masyarakat. Setelah tahu kebutuhannya, bantuan lain juga bisa kita tindak lanjuti. Jadi bukan hanya diperiksa kesehatannya, tetapi warga juga merasa diperhatikan,” ujar Umar.

Menurutnya, keberadaan berbagai program pemerintah yang saling mendukung menjadi penting dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan kemiskinan. Kebutuhan kesehatan dan kebutuhan pangan, misalnya, sering kali tidak dapat dipisahkan dari kondisi ekonomi keluarga.

Agus Budi Santoso, Plh. Kasi PMKS, mengatakan bahwa pelayanan langsung melalui Home Care membantu pemerintah melihat kondisi masyarakat secara lebih utuh. Menurutnya, kebutuhan kesehatan sering kali berjalan beriringan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi keluarga, sehingga penanganannya perlu dilakukan secara bersama-sama. “Kalau kita datang langsung ke rumah, kondisi warga bisa kita lihat secara nyata. Jadi bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga kebutuhan pangan, tempat tinggal, atau alat bantu yang mungkin mereka perlukan. Ini yang membuat pelayanan menjadi lebih tepat dan manfaat program pemerintah bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Agus.

Bagi keluarga yang berada dalam kondisi rentan, biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat menjadi beban ketika bersamaan dengan kebutuhan kesehatan. Karena itu, intervensi pemerintah perlu dilakukan secara lebih menyeluruh, mulai dari memastikan akses pelayanan kesehatan hingga membantu memenuhi kebutuhan dasar.

Dalam konteks tersebut, Home Care dapat menjadi salah satu pintu masuk pemerintah untuk mengetahui kondisi masyarakat secara lebih utuh. Petugas yang datang ke rumah tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga dapat melihat lingkungan tempat tinggal, kondisi keluarga, keterbatasan mobilitas, serta kebutuhan lain yang mungkin belum tersampaikan.

Konsep pelayanan tersebut juga memberikan makna bahwa masyarakat kurang mampu tidak boleh kehilangan hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Ketika warga memiliki keterbatasan untuk mendatangi fasilitas kesehatan, pemerintah hadir mendekatkan pelayanan kepada mereka.

Melalui Home Care, masyarakat seolah memiliki akses terhadap “dokter pribadi” yang datang mendatangi rumah, terutama bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Istilah tersebut menggambarkan pendekatan pelayanan yang lebih personal, karena tenaga kesehatan dapat melihat kondisi warga secara langsung dan memberikan edukasi sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, bantuan pangan dan kebutuhan dasar menjadi penguat dari intervensi tersebut. Bantuan tidak hanya diberikan berdasarkan pendekatan administratif, tetapi juga dapat mengikuti kebutuhan nyata masyarakat yang ditemukan di lapangan.

Kunjungan kepada Satini menjadi salah satu gambaran bagaimana pendekatan tersebut berjalan. Satini yang merupakan lansia sekaligus penyandang disabilitas mendapatkan pemeriksaan melalui Home Care. Dalam tindak lanjut berikutnya, pemerintah memberikan kruk sebagai alat bantu mobilitas, serta kasur, selimut, dan bantuan pangan untuk mendukung kebutuhan keluarganya.

Kolaborasi antara pelayanan kesehatan dan bantuan sosial tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan perlindungan yang lebih menyeluruh kepada masyarakat. Ketika persoalan kesehatan ditangani dan kebutuhan dasar turut diperhatikan, keluarga diharapkan memiliki beban yang lebih ringan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., terus mendorong agar program pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat saling mendukung dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Orientasinya adalah memastikan pelayanan pemerintah benar-benar sampai kepada warga, termasuk mereka yang berada dalam kondisi rentan dan memiliki keterbatasan akses.

Pendekatan tersebut sekaligus menempatkan pemerintah desa dan kecamatan sebagai bagian penting dalam menemukan serta mengawal kebutuhan masyarakat. Informasi dari lapangan dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk pendampingan maupun bantuan yang sesuai, sehingga program pemerintah tidak berhenti pada penyaluran, tetapi memiliki kesinambungan pelayanan.

Upaya pengentasan kemiskinan dengan demikian tidak hanya berbicara mengenai bantuan ekonomi. Kesehatan, pangan, tempat tinggal yang layak, akses pelayanan, dan pendampingan juga menjadi bagian yang saling berkaitan. Ketika masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dan dukungan kebutuhan dasar secara bersamaan, pemerintah dapat membantu mengurangi kerentanan keluarga secara lebih menyeluruh.

Melalui sinergi Home Care dan berbagai program bantuan, Pemerintah Kabupaten Jember berupaya membangun pola pelayanan yang lebih dekat, responsif, dan manusiawi. Masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses diharapkan tetap mendapatkan perhatian dan merasakan kehadiran pemerintah di tengah kehidupan mereka.

Bagi masyarakat, kehadiran pemerintah bukan sekadar bantuan yang datang sesekali. Yang lebih penting adalah adanya pelayanan yang mengetahui kondisi mereka, mendatangi ketika membutuhkan, dan menghubungkan kebutuhan kesehatan dengan dukungan sosial yang tersedia. Pola inilah yang terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember. (wd)

Galeri Foto